Jakarta (08/04) — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Jalal Abdul Nasir, memberikan apresiasi atas keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi situasi energi nasional.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah. Keputusan tidak menaikkan harga BBM sangat membantu masyarakat di tengah dinamika global,” ujar Jalal Abdul Nasir.
Ditekankan bahwa kebijakan menjaga stabilitas harga energi dinilai mampu meredam tekanan ekonomi rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Ketika harga energi naik, dampaknya berantai. Mulai dari pangan, transportasi, hingga sektor industri akan ikut terdorong naik,” jelas legislator Komisi XII tersebut.
Diungkapkan bahwa fenomena panic buying kerap muncul akibat kekhawatiran berlebihan yang tidak selalu didasarkan pada kondisi riil ketersediaan barang di pasar, melainkan dipicu oleh faktor psikologis dan informasi yang tidak terverifikasi.
“Panic buying itu bukan solusi. Justru dapat mempercepat kelangkaan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan,” tegas wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat VII tersebut.
Dijelaskan pula bahwa pemerintah melalui kementerian terkait telah menyiapkan mekanisme pengaturan konsumsi energi agar tetap dalam batas wajar, sehingga distribusi BBM dan LPG bersubsidi tetap terjaga.
“Kami percaya pemerintah, melalui Kementerian ESDM dan stakeholder terkait, telah menyiapkan langkah pengendalian agar distribusi tetap aman dan terkendali,” ungkapnya.
Di sisi lain, disampaikan bahwa penyesuaian harga avtur merupakan langkah rasional yang mempertimbangkan dinamika harga global, sekaligus menjaga keseimbangan pasar energi nasional secara keseluruhan.
“Kenaikan avtur ini langkah strategis. Meski naik, harga di Indonesia masih kompetitif di kawasan ASEAN,” kata politisi PKS tersebut.
Baca Juga: Aleg PKS Jalal Ingatkan Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Energi Nasional
Ditekankan bahwa kebijakan tersebut juga bertujuan menghindari praktik pemanfaatan harga domestik oleh maskapai asing yang mengisi bahan bakar dalam jumlah besar di Indonesia karena harga yang lebih murah.
“Kita perlu menjaga keadilan dalam sistem energi. Jangan sampai ada pihak luar yang mengambil keuntungan berlebihan dari kebijakan dalam negeri,” tambahnya.
Disampaikan pula bahwa stabilitas energi merupakan fondasi penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan keberlangsungan aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan dengan baik.
“Mari kita jaga situasi tetap kondusif. Konsumsi secara bijak, tidak berlebihan, agar tidak terjadi kelangkaan yang justru merugikan kita semua,” tutup Jalal Abdul Nasir.