Jakarta (28/03) — Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, mengecam keras tindakan otoritas Israel yang kembali melakukan penutupan akses ibadah di Masjid Al-Aqsa, Palestina. Penutupan ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap kebebasan beragama serta hukum internasional.
“Penutupan Masjid Al-Aqsa di Palestina bukan hanya tindakan represif, tetapi juga provokasi yang melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia. Ini adalah pelanggaran nyata terhadap hak asasi manusia dan kebebasan beribadah,” tegas anggota Komisi I DPR RI ini dalam keterangannya.
Menurutnya, tindakan Israel di wilayah Yerusalem Timur yang merupakan wilayah pendudukan tidak memiliki legitimasi hukum internasional. Ia menegaskan bahwa status Yerusalem, termasuk kompleks Al-Aqsa, harus dihormati sesuai dengan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Baca Juga:Fasilitasi Pemudik, Syahrul Aidi dan Hendry Munief Hadiri Pembukaan Posko Mudik DPW PKS Riau
Alumnus Al-Azhar Mesir ini juga mendesak komunitas internasional, khususnya negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), untuk tidak tinggal diam terhadap tindakan tersebut.
“Dunia internasional tidak boleh terus membiarkan pelanggaran demi pelanggaran terjadi. Harus ada langkah konkret dan tekanan diplomatik yang kuat agar Israel menghentikan tindakan sepihaknya,” ujarnya.
Sebagai Ketua BKSAP, Syahrul menyatakan bahwa DPR RI akan terus menggalang dukungan parlemen dunia melalui forum-forum internasional guna mendorong perlindungan terhadap tempat-tempat suci di Palestina serta memastikan hak-hak rakyat Palestina dihormati.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina, baik melalui dukungan moral, diplomasi, maupun bantuan kemanusiaan.
“Indonesia memiliki komitmen konstitusional untuk menentang segala bentuk penjajahan. Oleh karena itu, kita harus terus berdiri bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan,” tutupnya.