Subang (20/02) — Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX Fraksi PKS, Ateng Sutisna, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan tema “Ramadhan Bulan Kemanusiaan: Berbagi, Menguatkan, dan Memulihkan Sesuai Empat Pilar Kebangsaan” di Ostrich Mini Zoo, Subang pada Selasa (10/02).
Dalam pemaparannya, Ateng menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya ibadah ritual, melainkan juga ibadah sosial yang menumbuhkan empati, solidaritas, dan tanggung jawab moral. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menemukan makna yang sangat nyata di bulan Ramadhan. Kita dilatih merasakan lapar dan dahaga agar tumbuh empati kepada mereka yang kekurangan. Berbagi zakat, infak, dan sedekah adalah implementasi konkret nilai Pancasila,” ujar Ateng.
Ia juga mengingatkan bahwa amanat Pembukaan UUD 1945 menegaskan tujuan negara untuk melindungi segenap bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Menurutnya, kesejahteraan tidak hanya diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi, tetapi melalui rasa keadilan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Negara harus hadir memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi—pangan, pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan yang layak. Ramadhan menjadi momentum refleksi apakah kebijakan yang kita ambil sudah benar-benar berpihak pada rakyat kecil,” tegasnya.
Dalam konteks persatuan nasional, Ateng menilai Ramadhan sebagai ruang mempererat ukhuwah dan merawat kebersamaan di tengah perbedaan. Ia mengingatkan agar polarisasi sosial, hoaks, dan politik identitas tidak merusak persatuan bangsa.
Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa majemuk harus terus menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika. Harmoni dan toleransi yang terbangun selama Ramadhan menjadi cerminan kuatnya fondasi kebangsaan.
Terakhir, Ateng juga menyampaikan bahwa Ramadhan harus dimaknai sebagai bulan pemulihan bangsa di tengah berbagai tantangan global dan nasional. Pemulihan, katanya, tidak cukup hanya melalui kebijakan struktural, tetapi juga melalui perbaikan moral dan integritas.
“Berbagi untuk menguatkan, menguatkan untuk memulihkan, dan memulihkan untuk Indonesia yang lebih adil, makmur, dan bermartabat. Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi fondasi dalam setiap langkah pembangunan,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan komitmen masyarakat dalam mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan, khususnya dalam momentum Ramadhan sebagai bulan penguatan nilai kemanusiaan, persatuan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari.