Jakarta (16/02) — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Izzuddin Alqassam Kasuba, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang melakukan audiensi dengan Spotify guna memperkuat ekosistem musik nasional.
Legislator asal daerah pemilihan Maluku Utara ini menilai langkah ini adalah angin segar bagi transparansi ekonomi kreatif di tanah air.
Alqassam menegaskan bahwa kolaborasi dengan platform global seperti Spotify jangan hanya berputar di Jakarta atau kota besar saja, tetapi harus menjadi jembatan bagi musisi-musisi berbakat dari Indonesia Timur.
“Langkah Wamen Ekraf ini patut kita acungkan jempol. Masalah royalti yang selama ini sering dikeluhkan musisi sebagai ‘barang gelap’ harus segera dibuat terang benderang.
Kita ingin setiap tetes keringat musisi kita, termasuk anak-anak muda di Maluku Utara, bisa terbayar secara adil dan transparan melalui sistem digital yang lebih baik,” ujar Alqassam Kasuba dalam keterangan resminya.
Dalam kesempatan ini, Alqassam memberikan beberapa catatan strategis. Pertama, ia berharap program promosi dan fitur kreatif Spotify benar-benar menjangkau talenta dari pelosok Indonesia Timur. Menurutnya, potensi musik di Maluku Utara sangat besar, namun sering terkendala akses ke pasar global sehingga membutuhkan dukungan nyata dari platform digital dan pemerintah.
Kedua, ia menekankan agar perbaikan sistem pembayaran royalti global benar-benar dirasakan oleh kreator lokal hingga ke daerah. Ia mengingatkan agar tidak ada hambatan birokrasi maupun persoalan metadata yang dapat merugikan musisi independen, sehingga transparansi dan keadilan menjadi prinsip utama dalam distribusi royalti.
Ketiga, Alqassam mendorong pemerintah untuk memaksimalkan program pelatihan digital bagi musisi daerah. Menurutnya, penguatan kapasitas ini penting agar musisi semakin mandiri secara ekonomi, memahami sistem distribusi digital, serta mampu memaksimalkan platform global untuk membawa karya mereka ke tingkat internasional.
“Maluku Utara itu gudangnya talenta, seni, dan budaya. Saya ingin melalui kerja sama strategis ini, musisi dari Ternate, Tidore, Halmahera, dan seluruh Maluku Utara punya panggung yang sama dengan musisi global. Ekonomi kreatif harus jadi pilar ekonomi baru yang dirasakan manfaatnya sampai ke Timur Indonesia,” tegas legislator PKS tersebut.
Alqassam juga menyatakan komitmennya di DPR RI, khususnya melalui Komisi VII, untuk terus mengawal kebijakan yang mampu mendorong inovasi dan kemandirian industri kreatif nasional.
Ia berharap pertemuan ini segera membuahkan hasil nyata dalam bentuk regulasi yang memihak kepada para kreator kecil dan menengah.
“Jangan lagi ada cerita musisi kita hidup susah di hari tua karena karyanya tidak dihargai. Kita kawal ini agar ekonomi kreatif benar-benar menjadi motor kesejahteraan rakyat,” tutupnya.