Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ateng Sutisna Dorong Penguatan Industri Kecap Lokal Majalengka

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Majalengka (12/02) — Sekretariat Fraksi PKS DPR RI melakukan kunjungan pembelajaran lapangan dapil ke Pabrik Kecap Segitiga H. Lukman yang ada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Jumat (06/02). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat IX difasilitasi oleh Anggota DPR RI F-PKS, Ateng Sutisna yang berasal dari dapil tersebut.

Kunjungan tersebut diikuti oleh rombongan sebanyak 34 orang yang terdiri dari tenaga ahli Fraksi PKS, khususnya Komisi XII, staf administrasi Sekretariat DPR RI, Pamdal DPR RI, serta unsur pendukung lainnya. Studi ini dilakukan untuk melihat langsung praktik industri kecap lokal yang bertumpu pada pemanfaatan bahan baku dalam negeri.

Pabrik Kecap Segitiga H. Lukman yang saat ini pengelolanya adalah generasi ketiga, yang kebetulan menjadi Wakil Ketua DPRD Majalengka dan Ketua DPD PKS Majalengka, menjadi tujuan utama karena dikenal sebagai salah satu produsen kecap legendaris yang ada di Majalengka dengan tetap mengandalkan kedelai hitam lokal sebagai bahan baku utama produksinya.

Keberadaan industri ini mencerminkan kekuatan usaha menengah berbasis daerah yang mampu bertahan di tengah persaingan industri pangan.

Ateng menyampaikan bahwa Majalengka merupakan daerah dengan industri kecap yang cukup besar dan menjadi salah satu komoditas usaha menengah unggulan di wilayah tersebut. Menurutnya, potensi ini harus terus didukung, baik secara kebijakan maupun pemberdayaannya, agar mampu berkembang lebih luas.

“Industri kecap di Majalengka bukan hanya soal industri semata, tetapi juga menyangkut rantai ekonomi masyarakat, mulai dari petani bahan baku, tenaga kerja, hingga pelaku usaha lokal. Ini potensi daerah yang harus diperkuat,” ujar Ateng.

Ia menekankan pentingnya penguatan industri pabrik kecap di Majalengka melalui dukungan kebijakan, kemudahan akses bahan baku lokal, khususnya kedelai hitam, serta penguatan rantai pasok domestik. Menurutnya, keberpihakan pada industri lokal merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan industri nasional dari level lokal.

Kegiatan pembelajaran lapangan ini juga menjadi bagian dari evaluasi lapangan atas berbagai program pemberdayaan ekonomi yang selama ini didorong di wilayah Majalengka.

Hasil kunjungan ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam penguatan kebijakan yang berpihak pada industri yang berbasis potensi daerah, khususnya di Majalengka.

“Kita ingin industri lokal seperti pabrik kecap di Majalengka tidak berjalan sendiri. Negara harus hadir melalui regulasi, dukungan program, dan keberpihakan anggaran,” pungkasnya.