Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Muh. Haris Apresiasi Program Makan Bergizi Gratis, Minta Perhatian Lebih untuk Pesantren

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (10/02) — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Muh. Haris, mengapresiasi kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal tahun 2026. Hal tersebut disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (10/02), di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Muh. Haris menilai akselerasi distribusi program MBG menunjukkan capaian yang luar biasa, baik dari sisi jangkauan maupun jumlah penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T.

“Saya memberikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional. Pada awal tahun 2026 ini akselerasinya luar biasa, mereka bisa mendistribusikan makan bergizi gratis sekitar 59 juta penerima di seluruh Indonesia, baik di Jawa, luar Jawa, maupun daerah 3T,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah menjangkau jutaan penerima manfaat, mulai dari peserta didik hingga kelompok rentan.

“Dengan dapur SPPG-nya sekitar 21 ribu. Ini jumlah yang luar biasa, menjangkau siswa SD, SMP, SMA, madrasah, ibu hamil, ibu menyusui, dan lain sebagainya,” jelas Muh. Haris.

Meski demikian, Muh. Haris memberikan catatan penting terkait keterlibatan pondok pesantren dalam program MBG. Menurutnya, porsi penerima manfaat dari kalangan pesantren masih relatif kecil dibandingkan satuan pendidikan lainnya, padahal jumlah pesantren di Indonesia sangat besar.

“Catatan saya, penerima dari kalangan pondok pesantren itu masih kecil. Padahal jumlah pesantren kita ini sangat besar, sehingga ke depan saya kira penting untuk ditingkatkan,” tegasnya.

Ia mendorong agar Badan Gizi Nasional menjadikan pesantren sebagai prioritas dalam pengembangan program MBG, termasuk dengan skema dapur mandiri atau integrasi dengan sekolah-sekolah di sekitar pesantren.

“Kalau jumlah santrinya banyak, bisa dibuatkan dapur di pesantren. Atau kalau santrinya sedikit, bisa diintegrasikan dengan sekolah-sekolah di sekitar pondok pesantren. Pesantren ini harus menjadi prioritas yang diperhatikan dalam program makan bergizi gratis,” pungkas Muh. Haris.