Jakarta (31/01) — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Surahman Hidayat, menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk tim khusus penanganan banjir di Pulau Jawa sebagai langkah terpadu menghadapi bencana banjir yang kerap terjadi akibat curah hujan ekstrem.
“Kami menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk tim khusus penanganan banjir di Pulau Jawa. Penanganan banjir di Pulau Jawa memang harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir,” ujar Surahman.
Surahman menilai langkah ini sebagai ikhtiar nyata pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir yang hampir setiap tahun terjadi dan menimbulkan kerugian besar, baik materiil maupun imateriil.
“Pembentukan tim khusus ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Kita juga berharap dengan adanya tim khusus ini, penanganan darurat banjir dapat berjalan cepat, efektif, dan terintegrasi,” kata Surahman.
Anggota legislatif Daerah Pemilihan Jawa Barat X ini berharap tim khusus tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan darurat seperti evakuasi, bantuan logistik, layanan kesehatan, dan perlindungan masyarakat saat banjir terjadi, tetapi juga mampu menyusun strategi pencegahan jangka panjang yang berorientasi pada mitigasi bencana. Strategi tersebut meliputi perbaikan kerusakan lingkungan, pelestarian hutan dan daerah resapan air, normalisasi sungai, perbaikan sistem irigasi dan waduk, optimalisasi aliran sungai dan drainase perkotaan, serta pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan.
“Tim khusus ini selain terdiri dari unsur pemerintah pusat dan pemerintah daerah, juga sebaiknya melibatkan kalangan akademisi dan pakar, seperti ahli hidrologi, klimatologi, tata kota, dan lingkungan, termasuk tokoh-tokoh yang peduli terhadap pelestarian hutan dan lingkungan,” ujar Surahman.
Selain itu, Surahman menekankan bahwa tim khusus ini juga harus berperan dalam mengedukasi publik mengenai pentingnya menjaga lingkungan, mengelola tata ruang, serta membangun budaya kesiapsiagaan. Edukasi tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi korban terdampak, tetapi juga bagian dari solusi dalam menghadapi banjir.
“Edukasi publik mengenai pola hidup ramah lingkungan, penyediaan tempat sampah di ruang publik, pengelolaan sampah, serta peningkatan kesadaran untuk menjaga daerah aliran sungai harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang,” imbuh Surahman.
Surahman berharap rencana pembentukan tim khusus penanganan banjir di Pulau Jawa ini dapat memberikan maslahat, tidak hanya bagi Pulau Jawa, tetapi juga menjadi model penanganan banjir yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.