Padang Pariaman (24/01) — Anggota DPR RI Komisi VI, Nevi Zuairina, menghadiri kegiatan serah terima 40 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Komisi VI DPR RI bersama mitra terkait dalam rangka memastikan percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak.
Dalam keterangannya, Nevi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang telah bergerak cepat membantu korban bencana. Ia menilai pembangunan dan distribusi huntara merupakan langkah penting agar warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak sembari menunggu proses pembangunan hunian permanen.
“Penyerahan 40 unit huntara di Batang Anai ini merupakan wujud nyata kepedulian negara dan mitra BUMN terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Di Sumatera Barat sendiri, jumlah huntara yang telah disalurkan sudah mencapai ratusan unit, dan akan segera menyusul sekitar 500 unit tambahan,” ujar Nevi.
Legislator dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II ini juga menyinggung komitmen yang lebih besar dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera. Menurutnya, terdapat rencana penyaluran hingga 15 ribu unit huntara bagi korban banjir bandang yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
“Kami di Komisi VI DPR RI akan terus mengawal komitmen tersebut agar benar-benar terealisasi tepat waktu dan tepat sasaran. Yang terpenting, masyarakat terdampak dapat segera memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak,” tegasnya.
Nevi berharap upaya ini diiringi dengan perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang, termasuk pembangunan rumah permanen serta pemulihan ekonomi warga. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
“Kita ingin memastikan bahwa bantuan ini bukan hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari solusi berkelanjutan agar masyarakat dapat bangkit dan menata kembali kehidupannya,” tutup Nevi Zuairina.