Jakarta (23/01) — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS Ateng Sutisna menanggapi rencana percepatan pembangunan pabrik mobil listrik Build Your Dreams (BYD) di kawasan industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026. Proyek strategis dengan nilai investasi sekitar Rp11 triliun tersebut dinilai berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.
“Adanya investasi dari BYD ini sebagai peluang besar bagi penguatan industri kendaraan ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Subang dan sekitarnya,” ujarnya.
Ia menekankan, kehadiran pabrik dengan kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun itu harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan proyeksi pemerintah, ekspansi fasilitas BYD diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 18 ribu lapangan kerja baru, jauh melampaui estimasi awal.
“Kami mendorong agar tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama. Jangan sampai justru lebih banyak menyerap tenaga kerja dari luar daerah atau luar negeri,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menyiapkan sekitar 4.500 lulusan SMA/SMK melalui program pelatihan dan sertifikasi agar siap bekerja di pabrik BYD. Menurut Ateng, sinergi antara pemerintah daerah dan investor ini penting untuk memastikan alih pengetahuan dan keterampilan dapat berlangsung optimal.
“Skema pelatihan ini patut diapresiasi. Dengan demikian, perusahaan dapat merekrut tenaga kerja terampil dari dalam negeri, sementara tenaga ahli asing hanya dilibatkan secara terbatas untuk keperluan alih teknologi,” jelasnya.
Dari sisi lingkungan, Ateng menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan pembangunan dan operasional pabrik. Ia mengingatkan agar seluruh ketentuan perizinan, termasuk AMDAL dan standar industri hijau, dijalankan secara konsisten.
“Kami tidak ingin mengorbankan kualitas lingkungan hidup. Pengelolaan limbah, pencegahan pencemaran air dan udara, serta penerapan teknologi hemat energi harus menjadi komitmen utama,” katanya.
Ia menilai desain Subang Smartpolitan sebagai kawasan industri pintar dan ramah lingkungan dapat menjadi contoh pengembangan kawasan industri berkelanjutan di Indonesia, selama pengawasan dilakukan secara rutin dan transparan.
Lebih lanjut, ia optimistis investasi BYD akan memberikan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian daerah. Selain menurunkan tingkat pengangguran, kehadiran industri besar ini diyakini akan mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti UMKM, logistik, transportasi, hingga sektor properti.
“Jika dikelola dengan baik, investasi ini tidak hanya menciptakan pekerjaan baru, tetapi juga membuka peluang yang jauh lebih besar. Inilah yang harus kita kawal bersama agar manfaatnya dirasakan,” pungkasnya.