Mojokerto (18/01) — Anggota MPR RI Dapil Jawa Timur VIII, Meitri Citra Wardani, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan pendekatan yang progresif. Kegiatan ini menghadirkan unsur pimpinan (ketua, sekretaris, bendahara) serta secara khusus mengundang Departemen Komunikasi Digital (Komdigi) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari wilayah Dapil Jatim VIII Plus, yang meliputi Kota dan Kabupaten Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, serta tambahan wilayah Tuban dan Bojonegoro, Senin (15/12/2025).
Dalam forum strategis ini, Meitri menyoroti tantangan kebangsaan di era disrupsi informasi. Ia menekankan bahwa pertempuran ideologi saat ini terjadi di ruang digital, sehingga penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan manajemen media sosial menjadi krusial dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Meitri Citra Wardani menegaskan bahwa struktur partai, khususnya bidang Komdigi, memegang peran vital sebagai “penjaga gawang” informasi di tengah masyarakat.
“Hari ini, hoaks dan disinformasi adalah musuh nyata bagi persatuan kita. Berita bohong bisa memecah belah warga hanya dalam hitungan detik. Maka, saya menekankan pentingnya pemanfaatan AI dan algoritma media sosial bukan hanya untuk pencitraan, tetapi untuk verifikasi kebenaran. Kita harus menggunakan teknologi untuk check and recheck fakta sebelum informasi sampai ke publik,” ujar Meitri.
Menurut Meitri, kemampuan memilah informasi yang benar merupakan wujud pengamalan Pancasila di era modern, khususnya dalam menjaga persatuan (Sila Ketiga) dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Lebih lanjut, Meitri mengingatkan bahwa konflik horizontal di tingkat akar rumput sering kali dipicu oleh narasi provokatif di grup-grup percakapan warga. Oleh karena itu, ia meminta para pengurus PKS dan tim media di Jatim VIII Plus untuk menjadi “pendingin suasana”.
“Pastikan konten yang keluar dari kita adalah konten yang menyejukkan, valid, dan edukatif. AI bisa membantu kita mendeteksi sentimen negatif sehingga kita bisa segera melakukan kontra-narasi yang positif. Tujuannya satu, menjaga warga tetap guyub, rukun, dan tidak mudah diadu domba oleh isu yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.
Konsolidasi lintas daerah yang melibatkan wilayah Dapil Plus (Tuban dan Bojonegoro) ini diharapkan dapat menyamakan frekuensi dan strategi komunikasi publik yang santun, berbasis data, serta berorientasi pada persatuan nasional.