Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Bencana Rusak Irigasi Pertanian, Aleg PKS Slamet Ingatkan Ancaman Serius bagi Ketahanan Pangan

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (13/01) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Slamet, menyoroti dampak serius bencana lingkungan dan bencana alam terhadap infrastruktur pertanian di berbagai daerah pemilihan. Kerusakan tersebut, terutama pada jaringan irigasi dan akses pertanian, dinilai berpotensi mengancam produksi pangan nasional dan memperlemah target swasembada pangan.

Hal ini disampaikan Slamet dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 DPR RI, Selasa (13/01) pagi.

“Mengawali tahun 2026, sekaligus oleh-oleh dari dapil yang kami kaitkan dengan tugas di Komisi IV, hari ini kita diuji dengan bencana yang luar biasa. Banyak infrastruktur pertanian yang rusak berat akibat bencana lingkungan dan bencana alam,” ujar Slamet.

Menurutnya, pemerintah harus bersikap lebih serius dan responsif dalam menangani kerusakan tersebut, khususnya pada sektor irigasi yang menjadi tulang punggung produktivitas pertanian.

“Saya mengimbau kepada pemerintah agar benar-benar serius memperbaiki infrastruktur pertanian, terutama jalan dan irigasi. Kalau yang rusak jalan, mungkin hanya alur logistik yang terganggu. Tetapi kalau irigasi rusak, urusannya langsung dengan perut masyarakat,” tegasnya.

Slamet menekankan bahwa kerusakan irigasi akan berdampak langsung pada menurunnya produksi pertanian, yang pada akhirnya menjauhkan Indonesia dari target swasembada pangan.

“Swasembada pangan bisa semakin jauh terganggu karena produksi menurun. Karena itu, pemerintah harus benar-benar menangani masalah irigasi yang rusak akibat bencana,” kata Slamet.

Ia menegaskan, Fraksi PKS di Komisi IV DPR RI akan terus mengawal kebijakan pertanian agar berpihak pada petani, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta memastikan respons cepat negara dalam pemulihan infrastruktur pertanian pascabencana.