Tegal (11/01) — Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, memastikan bantuan perangkat digital hasil kerja sama Indonesia dan Korea Selatan benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di Tegal.
Langkah monitoring ini dilakukan guna menjamin fasilitas yang diberikan selaras dengan kompetensi para guru yang sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif di Korea Selatan.
Dalam kegiatan masa reses Desember 2025 hingga Januari 2026, Fikri mengunjungi dan meninjau langsung penggunaan sarana digital berupa laptop, televisi, dan tablet di sejumlah sekolah penerima manfaat di Kabupaten dan Kota Tegal.
Sekolah-sekolah tersebut antara lain SMPN 2 Slawi, SMP Pangeran Diponegoro Balapulang, dan SMPN 1 Kota Tegal.
“Bantuan ini merupakan realisasi dari program Korea E-Learning Improvement Cooperation (KLIC) LEADer Program yang merupakan sinergi strategis antara Kementerian Pendidikan Korea, Institute of APEC Collaborative Education (IACE), dan Kemendikbudristek kala itu pada tahun 2024, sebelum kini menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek),” katanya dalam keterangannya, Ahad (11/1/2026).
Legislator dari Fraksi PKS ini menegaskan bahwa kedatangannya ke daerah pemilihan bukan sekadar seremoni serah terima barang, melainkan untuk melihat langsung dampak nyata program tersebut di lapangan.
Momen ini sekaligus menjadi ajang reuni antara dirinya dengan para kepala sekolah dan guru yang pada Juni 2024 lalu telah mengikuti pelatihan digitalisasi pendidikan secara intensif di Yongsan, Seoul, Korea Selatan.
Menurutnya, integrasi antara peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan dukungan perangkat keras yang memadai merupakan kunci keberhasilan transformasi pendidikan.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes) ini berharap fasilitas digital tersebut tidak hanya berakhir sebagai pajangan inventaris sekolah, tetapi menjadi jembatan bagi para siswa di Tegal untuk menjangkau wawasan global dan masa depan yang lebih cerah.
Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program, di mana perangkat tersebut harus aktif digunakan dalam praktik pengajaran sehari-hari oleh para tenaga pendidik yang telah terlatih.
“Fasilitas sudah siap, kompetensi guru sudah teruji. Kini saatnya kita pacu kualitas pembelajaran siswa agar makin adaptif dengan perkembangan zaman. Semoga di bawah naungan Kemendikdasmen, sinergi strategis semacam ini terus berlanjut demi peningkatan kualitas pendidikan kita,” pungkasnya.
Kebermanfaatan program ini dirasakan langsung oleh pihak sekolah penerima. Salah satu guru dari SMP Pangeran Diponegoro Balapulang, Citra Resmi Evita Dewi, mengungkapkan rasa syukurnya atas sinergi program pelatihan dan bantuan sarana yang diterima sekolahnya.
Citra mengakui bahwa setelah mendapat kesempatan untuk menimba ilmu pendidikan secara langsung di Korea Selatan melalui program KLIC on site, kehadiran perangkat pendukung seperti laptop dan tablet sangat membantu dalam mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya.
“Bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah kami,” kata Citra.