Gowa (09/01) — Ramli (50) tak dapat menahan rasa haru dan bahagia saat Meity Rahmatia melangkah masuk ke halaman rumahnya di Desa Berutallasa, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (8/1/2025). Ia langsung menyambut politisi perempuan tersebut sembari tersenyum lebar.
“Momen ini telah kami tunggu-tunggu sejak 2025. Alhamdulillah, Bu Dewan akhirnya datang menemui kami kembali,” ujarnya.
Ia kemudian mempersilakan Meity bersama rombongan naik ke rumah panggung miliknya yang terletak di pinggir jalan di Desa Berutallasa. Di atas rumahnya yang berukuran cukup luas itu, Meity dan rombongannya bersantap siang dan bersilaturahmi dengan keluarga sang tuan rumah.
Usai jamuan makan siang, pertemuan dengan warga di halaman rumah pun digelar. Hadir dalam kesempatan tersebut para kepala desa dan tokoh masyarakat dari 9 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Biringbulu.
Berbicara di awal pertemuan, Ramli mengungkapkan bahwa mereka terakhir bertemu Meity pada momentum pemenangan Pemilihan Legislatif 2024 lalu. Sejak itu, masyarakat di desanya menantikan kembali kedatangan anggota Komisi XIII DPR RI tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan di desa mereka.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bu Meity. Semoga melalui pertemuan ini ukhuwah dengan masyarakat di daerah ini semakin kuat,” katanya.
Dalam acara silaturahmi ini, bukan hanya Ramli yang berbicara. Sejumlah perwakilan masyarakat dari beberapa desa pun turut menyampaikan aspirasi. Menurut mereka, wilayah yang masuk kawasan pegunungan Kabupaten Gowa tersebut masih sangat tertinggal dari segi pembangunan.
Jalan-jalan di desa-desa di Kecamatan Biringbulu rusak berat dan sudah lama tidak mengalami perbaikan. Selain itu, irigasi pertanian serta sejumlah fasilitas bangunan sekolah juga dinilai kurang mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Jalanan rusak parah. Daerah kami ini 70 persen masyarakatnya hidup dari pertanian dan perkebunan jagung. Irigasi sangat tidak mendukung, padahal pemerintah sedang mendorong swasembada di bidang pertanian. Begitu juga sarana pendidikan, seperti bangunan sekolah, perlu perbaikan agar anak-anak kami bisa merasakan proses pendidikan yang bermutu,” ungkap Mansi, warga Berutallasa yang ikut menyampaikan aspirasinya.
Menanggapi berbagai keluhan masyarakat tersebut, Meity mengatakan akan berusaha membangun komunikasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait di tingkat pengambil kebijakan, baik di Kabupaten Gowa maupun di pusat.
Meity yang duduk di Komisi XIII DPR RI menegaskan bahwa meskipun sebagian aspirasi tersebut bukan menjadi kewenangannya secara langsung, sebagai perwakilan rakyat yang dipilih oleh masyarakat Biringbulu, ia tetap akan memperjuangkannya.
“Saya menjadi anggota DPR RI di antaranya karena dipilih oleh masyarakat Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. Di Senayan saya ditugaskan berurusan dengan Kementerian Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, LPSK, dan lain-lain. Namun sebagai perwakilan bapak dan ibu sekalian, saya tetap akan bekerja untuk menyambungkan berbagai masukan tersebut kepada para pengambil keputusan. Yang penting kita berusaha terlebih dahulu,” jelasnya.
Ia kemudian mencontohkan pembangunan BTS 4G Telkomsel yang kini dibangun di sejumlah titik di Kabupaten Gowa dan Takalar. Menurutnya, pembangunan tersebut tidak lepas dari perjuangan para wakil rakyat di Gedung Senayan.
“Pembangunan BTS 4G ini termasuk hasil perjuangan dan usaha. Alhamdulillah, diterima pemerintah. Saya tidak berjanji, tapi saya juga tidak akan mengatakan tidak. Sudah tugas saya sebagai perwakilan rakyat untuk mengadvokasi kebutuhan-kebutuhan masyarakat desa yang sangat mendasar ini. Kita usaha saja semampunya,” imbuhnya.
Meity tiba di Kecamatan Biringbulu sejak pagi hari. Sebelum menemui perwakilan masyarakat dari 9 desa dan 2 kelurahan yang berkumpul di rumah Ramli, Desa Berutallasa, ia meresmikan tower atau BTS 4G Telkomsel yang didirikan di Desa Julukanaya.
Acara tersebut dihadiri Camat Biringbulu, HM Nasir, serta para kepala desa. BTS tersebut dibangun melalui perjuangan Meity berdasarkan aspirasi masyarakat setempat.
Selama ini, jaringan seluler dan internet di Kecamatan Biringbulu belum merata. Sinyal kerap timbul-tenggelam atau bahkan menjadi area blank spot. Dengan kehadiran BTS ini, Meity berharap pembangunan sumber daya manusia di Kecamatan Biringbulu dapat berlangsung lebih baik.
“Jaringan seluler merupakan kebutuhan dalam komunikasi jarak jauh saat ini. Internet juga dapat menjadi media untuk mengakses pengetahuan dan informasi bagi anak-anak dengan cepat agar memiliki wawasan yang luas,” jelasnya, sembari mengingatkan masyarakat agar menggunakan teknologi digital secara cerdas dan bijaksana.