Majalengka (09/01) — Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IX, Ateng Sutisna, menegaskan bahwa penguatan komunikasi publik berbasis jurnalisme yang bertanggung jawab merupakan bagian penting dari akuntabilitas anggota DPR kepada masyarakat, khususnya dalam menyampaikan kerja-kerja representasi dan advokasi kebijakan di daerah pemilihan.
Penegasan tersebut disampaikan Ateng saat membuka kegiatan Evaluasi Tahun Pertama Kinerja Anggota DPR RI Periode 2024–2029 di Majalengka. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penguatan kapasitas komunikasi publik melalui pemaparan materi jurnalisme warga dan penulisan laporan berbasis kaidah jurnalistik.
Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh Yosep Suprayogi, jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia pers. Yosep pernah bergabung dengan Harian Republika sejak awal terbit pada 1993, kemudian menjadi jurnalis Tempo sejak 2001 hingga pensiun pada 2023. Saat ini, ia aktif sebagai pengajar di Tempo Institute serta Pemimpin Redaksi Betahita.id, portal berita yang berfokus pada isu lingkungan hidup.
Dalam pemaparannya, Yosep menekankan pentingnya pemahaman jurnalistik dasar, khususnya penguasaan unsur 5W1H, sebagai fondasi penulisan laporan dan penyampaian informasi publik. Menurutnya, jurnalisme warga memiliki peran strategis sebagai jembatan antara peristiwa di lapangan dan pengambilan kebijakan, termasuk dalam kerja-kerja legislatif di daerah.
“Jurnalis warga bukan sekadar menulis, tetapi menyusun peristiwa agar bisa dipahami publik. Ketika informasi disampaikan dengan kaidah jurnalistik yang benar, aspirasi masyarakat akan lebih kuat dan kredibel,” ujar Yosep.
Ia juga menjelaskan bahwa jurnalisme warga dapat dimanfaatkan sebagai media penyampaian aspirasi masyarakat kepada anggota DPRD dan DPR RI, sekaligus sebagai sarana dokumentasi kerja politik yang akurat dan bertanggung jawab. Yosep menambahkan, pendekatan jurnalistik juga relevan dalam konteks brand journalism, yakni penggunaan metode jurnalistik untuk membangun reputasi tokoh dan institusi secara etis dan berbasis fakta.
Menanggapi pemaparan tersebut, Ateng menilai materi jurnalisme warga sangat relevan dengan konteks daerah pemilihan Jawa Barat IX yang memiliki dinamika pembangunan tinggi serta tantangan sosial dan lingkungan yang kompleks.
“Kehumasan dan komunikasi publik harus berpijak pada data, peristiwa, dan kerja nyata. Jurnalisme warga bisa menjadi mitra penting agar aspirasi masyarakat tersampaikan dengan benar dan kerja anggota DPR dapat dipahami secara utuh,” ujar Ateng.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas jurnalisme warga sejalan dengan komitmennya untuk membangun narasi kinerja yang jujur, terukur, dan berbasis kebutuhan konstituen.
Kegiatan ini diikuti oleh tim internal Ateng Sutisna yang meliputi tenaga ahli, staf pendamping, liaison officer daerah pemilihan, serta anggota DPRD Fraksi PKS dari Kabupaten Subang, Majalengka, dan Sumedang yang juga merupakan aleg tandem pada Pileg 2024 silam. Materi jurnalisme warga diharapkan menjadi bekal penting dalam memperkuat komunikasi publik dan pelayanan aspirasi masyarakat ke depan.