Magetan (27/12) — Fokus pembangunan Presiden Prabowo saat ini adalah mewujudkan swasembada pangan, mulai dari beras hingga daging. Untuk komoditas beras, kebutuhan nasional dinilai telah terpenuhi, sementara daging ayam masih sepenuhnya disuplai dari produksi dalam negeri.
Produksi telur nasional mencatat surplus signifikan pada tahun 2025, yakni sekitar 6,5 juta ton. Angka ini melebihi kebutuhan nasional yang berada di kisaran 6,22–6,48 juta ton. Dengan capaian tersebut, Indonesia menempati posisi sebagai produsen telur ayam terbesar ketiga dunia. Bahkan, surplus bulanan mencapai sekitar 288,7 ribu ton, membuka peluang ekspor ke pasar global sekaligus menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
“Data tersebut membuktikan bahwa produksi telur nasional berlebih, dan harga telur saat ini relatif lebih baik karena terserap oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Harga telur yang biasanya berada di bawah Rp22 ribu per kilogram, kini menembus Rp25–26 ribu di tingkat peternak lokal,” papar Riyono Caping, anggota Komisi IV DPR RI.
Kementerian Pertanian juga mendorong pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi rakyat berbasis peternakan ayam petelur. Program ini menyasar kelompok masyarakat dan individu yang masuk kategori kurang mampu. Paket bantuan yang diberikan meliputi 40 ekor ayam petelur, kandang, serta pakan untuk kebutuhan selama tiga bulan.
“Sebanyak 40 ekor ayam petelur minimal dapat menghasilkan sekitar 64 kilogram telur dengan estimasi keuntungan berkisar Rp500–600 ribu per bulan. Penghasilan bersih ini dapat membantu mengurangi beban ekonomi rumah tangga hingga sekitar 25 persen setiap bulannya,” jelas Riyono.
Untuk memastikan program berjalan optimal, Riyono menggelar pelatihan bagi kader pelopor serta para penerima bantuan paket ayam petelur. Kegiatan ini bertujuan mendukung dan menyukseskan program kedaulatan pangan berbasis peternakan ayam petelur. Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari 15 kecamatan se-Kabupaten Magetan.
“Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta dan didukung oleh Dinas Peternakan Kabupaten Magetan. Praktisi ayam petelur, Rohman, turut memberikan berbagai tips serta manajemen pengelolaan ayam petelur bagi pemula. Insyaallah, ke depan pelatihan serupa akan kembali dilaksanakan,” tutup Riyono Caping.