Makassar (24/11) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia asal Sulawesi Selatan, Dr. Hj. Meity Rahmatia, menghadiri Rapat Kerja Wilayah PKS Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu (23/11/2025) di Kota Makassar.
Anggota Komisi XIII itu tiba dari Jakarta pada Sabtu malam dan bergegas ke lokasi acara pada Minggu pagi. Pada kegiatan ini, ia berharap dapat bersilaturahmi dengan Dewan Pengurus Wilayah Sulsel dan Dewan Pengurus Daerah PKS Sulsel yang baru.
“Selain ajang konsolidasi, acara ini juga momentum silaturahmi dengan pengurus baru yang terpilih di tahun 2025. Semoga kehadiran saya bisa memberikan warna dan menambah aura semangat kebersamaan seluruh pengurus dan kader PKS Sulsel yang hadir di acara ini,” imbuhnya.
Meity Rahmatia terpilih melalui Daerah Pemilihan Sulsel 1 pada Pemilihan Legislatif 2024. Daerah tersebut meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Selayar.
Meski sebagai pendatang baru, ia sukses menduduki kursi ketiga dengan total perolehan suara PKS di Dapil Sulsel 1 sebesar 230.113 suara. Meity unggul dari calon lainnya di internal partai dengan raihan suara pribadi sebanyak 97.783 suara.
Dalam ajang Rakerwil PKS Sulsel 2025 ini, Meity berharap dapat mengulang kisah suksesnya pada 2029 mendatang. “Saya berharap bisa bekerja sama lebih erat dengan kepengurusan PKS Sulsel yang baru ke depan. Insya Allah, saya siap menang kembali bersama PKS di 2029,” jelasnya kepada awak media saat ditemui di sela-sela acara.
Komitmen kuat Meity ini sejalan dengan topik yang diusung oleh pengurus PKS Sulsel dalam Rakerwil kali ini, yaitu “Kokohkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan, dan Raih Kemenangan.” Tema tersebut dianggap mencerminkan spirit konsolidasi, penguatan kelembagaan, serta kesiapan PKS Sulsel menghadapi agenda-agenda politik yang akan datang.
Sekretaris Jenderal PKS, M. Kholid, yang hadir mewakili pengurus pusat, menegaskan bahwa tema Rakerwil tahun ini bukan hanya slogan, tetapi merupakan komitmen strategis partai untuk memperkuat struktur hingga ke akar rumput.
Ia juga memperkenalkan kerangka kerja prioritas nasional PKS yang dikenal dengan istilah K2P2, yaitu: Kader, Kaderisasi, dan Pelayanan Publik.
“Kader adalah kekuatan utama gerakan kita. Kaderisasi adalah fondasi yang memastikan keberlanjutan perjuangan. Dan pelayanan publik adalah wajah nyata PKS di tengah masyarakat,” tegas Sekjen dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa PKS ingin memastikan setiap kader tidak hanya solid secara internal, tetapi juga hadir memberi solusi dan manfaat di tengah masyarakat.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua DPW PKS Sulsel yang baru terpilih, Anwar Faruq. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kepengurusannya menargetkan posisi tiga besar pada Pemilu 2029. Target tersebut mencakup peningkatan perolehan suara dan kursi, baik di level DPR RI, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota.
“Kita tidak sekadar mempertahankan capaian sebelumnya. PKS Sulsel harus tampil lebih kuat, lebih solid, dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Anwar yang juga dikenal sebagai anggota legislatif di DPRD Kota Makassar.