Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Surahman Hidayat Tekankan Pentingnya Islam Rahmatan lil ‘Alamin dan Peran Generasi Muda dalam Menjaga Peradaban Bangsa

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (20/11) — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, KH. Dr. Surahman Hidayat, Lc., M.A., menerima rombongan Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat, dalam agenda kunjungan aspirasi di Ruang Rapat Pleno Fraksi PKS, Gedung Nusantara I lantai 3, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/11). Sebanyak 50 peserta hadir untuk berdialog langsung dan mendapatkan pengarahan dari Surahman sebagai sesepuh yang dekat dengan keluarga besar pondok.

Perwakilan Ponpes Husnul Khotimah, Ustadz Dani Abdurrahman, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari rihlah ilmiah yang bertujuan untuk mendapatkan pencerahan mengenai tugas anggota DPR serta arahan strategis bagi para santri sebagai generasi penerus bangsa. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat Fraksi PKS.

Dalam pengarahannya, Surahman membuka pertemuan dengan menyampaikan apresiasi dan doa bagi para peserta yang hadir. “Selamat datang anak-anak sekalian, para guru, dan pembimbing di Fraksi PKS. Semoga kunjungan ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya. Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat X ini menekankan pentingnya dua pilar utama yang harus dikuatkan generasi muda, yaitu pemahaman Islam yang utuh dan pengamalan Islam yang wasathiyah.

“Kita harus memahami dan menegakkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, Islam yang kāffah dan menyeluruh. Pada saat yang sama, kita harus mengokohkan karakter Islam wasathiyah, Islam moderat yang menjadi penyeimbang kehidupan berbangsa,” tegas Surahman. Ia menyampaikan bahwa nilai keislaman yang kuat dan moderat adalah fondasi penting dalam menjaga arah bangsa agar tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat, dunia maupun akhirat.

Dalam sesi tanya jawab, Surahman juga menyinggung dinamika kaderisasi dan perbedaan pandangan politik. Ia menekankan bahwa sikap tertutup dari sebagian kader bisa dipahami sebagai bagian dari kondisi pribadi yang harus dihadapi dengan empati. “Kita sebagai kader PKS harus tetap bersikap simpatik. Setiap orang punya kondisi masing-masing, yang penting adalah tetap berkontribusi sesuai kemampuan dan porsinya secara adil,” jelasnya.

Terkait perbedaan kebijakan dengan pihak lain, Surahman menegaskan bahwa demokrasi memang membuka ruang bagi perbedaan pandangan. “Semua partai, termasuk PKS, harus berpegang teguh pada UUD 1945 dan Pancasila. Perbedaan pendapat itu wajar dalam demokrasi, yang paling penting adalah saling menghormati dalam perbedaan tersebut,” tuturnya.

Pertemuan berlangsung hangat, penuh nasihat, dan memberikan wawasan mendalam bagi para peserta mengenai hubungan antara nilai keislaman, peran politik, dan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga arah bangsa.