Surabaya (15/11) — Kabar bahagia datang dari dunia pendidikan tanah air. Dua guru SMA Negeri 1 Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yaitu Rasnal dan Abdul Muis yang resmi kembali berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah mendapatkan rehabilitasi hukum dari Presiden Prabowo Subianto.
Langkah Presiden tersebut mendapatkan apresiasi dari Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS Dapil Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti, S.Si., M.PSDM.
Reni menilai kebijakan rehabilitasi ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menghadirkan keadilan bagi warga negara, khususnya dalam kasus ini adalah tenaga pendidik.
“Saya mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang memberikan rehabilitasi hukum. Ini adalah keputusan yang memberikan keadilan bagi masyarakat, dalam hal ini guru yang tersangkut problematika hukum,” ujar Reni dalam keterangannya.
Rehabilitasi tersebut diberikan Presiden Prabowo setelah pertemuan langsung dengan kedua guru setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (13/11/2025) dini hari.
Sebelumnya, Rasnal dan Abdul Muis kehilangan status ASN setelah dinyatakan bersalah terkait pungutan yang diperuntukkan membantu guru honorer.
Reni menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa dua pendidik tersebut.
“Saya sangat menyayangkan niat baik menolong yang justru berbalik menjadi masalah. Guru adalah pilar penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka tidak boleh terbebani persoalan hukum yang mengganggu tugas mulia mereka, selama tindakan yang dilakukan masih dalam koridor tugas dan kebutuhan yang jelas,” tegasnya.
Politisi asal Surabaya itu juga menegaskan komitmennya sebagai Anggota Komisi X DPR RI untuk terus memperjuangkan hak-hak guru dan mendorong peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Sebagai Anggota Komisi X DPR RI, saya berkomitmen untuk juga memperjuangkan hak serta kesejahteraan guru dan tenaga pendidik di Indonesia. Saya yakin, Guru yang terpenuhi hak serta kesejahteraannya, akan melahirkan Generasi Emas yang siap memajukan bangsa.”, tegas Politisi PKS asal surabaya tersebut.
Hal tersebut juga sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat sektor pendidikan nasional.