Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ansory Siregar Desak Pemerintah Akhiri Ketimpangan Nasib Guru Madrasah

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (14/11) — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, Ansory Siregar, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi ribuan guru madrasah swasta yang hingga kini belum mendapatkan kepastian pengangkatan sebagai PPPK. Dalam Rapat Kerja bersama Menteri Agama RI di Ruang Rapat Komisi VIII, Gedung Nusantara II, Senayan, Ansory menegaskan bahwa rasa ketidakadilan di kalangan guru madrasah sudah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan.

Ansory menyampaikan bahwa para guru madrasah merasa diperlakukan tidak adil dibandingkan guru sekolah umum yang lebih dahulu diangkat sebagai PPPK. Ia menggambarkan situasi emosional yang dialami para guru di lapangan.

“Mereka itu di bawah menangis. Menangis, benar-benar menangis. Kepada siapa lagi kami mengadu?” ujar Ansory.

Ia menambahkan bahwa perbedaan perlakuan antara guru madrasah dan guru sekolah umum telah memunculkan rasa diskriminasi yang sulit terbendung.

“Sampai-sampai dari mereka itu ada kata-kata diskriminasi dan tidak adil. Kalau kita, Pak Menteri atau Komisi VIII, tidak berhasil mengangkat mereka sebagai PPPK, sementara yang di sebelah (sekolah umum) sudah diangkat, apa lagi yang harus mereka teriakkan?” kata Ansory.

Dalam rapat, ia juga menyoroti persoalan kewenangan terkait passing grade guru madrasah yang hingga kini belum memberikan jalan keluar bagi mereka yang telah memenuhi syarat namun belum diangkat.

“Saya tidak tahu apakah ini kewenangannya di Kemenag atau di KemenPAN-RB, tapi sama-sama kita usahakan. Jangan lepas tangan. Karena mereka ini guru-guru madrasah, Pak,” tegasnya.

Ansory menutup pernyataannya dengan kembali mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan guru madrasah mendapatkan keadilan yang sama seperti guru sekolah umum.

“Kalau sempat mereka tidak diangkat, apa yang harus mereka teriakkan? Saya tidak tahu. Tapi jangan biarkan mereka merasa tidak diperlakukan adil,” pungkasnya.