Indramayu (10/11) — Komitmen PKS untuk terus membantu meningkatkan kesejahteraan petani tidak berubah. Berbagai dukungan kebijakan untuk petani terus dilakukan, mulai dari program gaji petani muda, kebijakan “pupuk gampang petani senang”, penyediaan kereta untuk petani dan pedagang, hingga dorongan peningkatan anggaran pertanian menjadi minimal 5 persen dari APBN.
“Konsistensi PKS membela dan melayani petani tidak berubah, bahkan terus meningkat. Usulan kenaikan anggaran pertanian dari 0,1 persen menjadi 5 persen salah satunya adalah dorongan PKS. Artinya, petani di era sekarang harus menjadi aktor utama dalam siklus pertanian,” papar Riyono, Anggota Komisi IV DPR RI.
Riyono menghadiri panen padi bersama Wakil Majelis Syura PKS, Ahmad Syaikhu, di Arjasari, Kabupaten Indramayu, dengan petani menggunakan POC (pupuk organik cair) yang dikembangkan langsung oleh PKS.
“Hasil panen alhamdulillah menunjukkan peningkatan sekitar 20 persen. Dari hamparan 1.000 meter yang biasanya menghasilkan 6 kuintal, kemarin bisa mencapai 8 kuintal. Bulirannya lebih penuh, setiap tangkai bisa sampai 140 bulir padi, jumlah anakan lebih banyak, dan tegakan tanaman lebih kuat,” jelas Riyono.
Ia menambahkan bahwa pada tahun 2026 PKS akan mulai mengembangkan POC ini ke seluruh Indonesia. Program ini dirancang dengan pendekatan yang dekat dengan petani melalui pendampingan langsung di lapangan. Saat ini proses penyempurnaan formula dan uji coba penggunaan POC terus dilakukan oleh tim BPPN dan Dewan Pakar PKS.
“Saat ini POC ‘Petani Sejahtera’ masih dalam tahap penyempurnaan agar hasilnya semakin baik. POC ini tidak boleh diperjualbelikan dan hanya diperuntukkan bagi keluarga petani binaan PKS,” tutup Riyono, Aleg Komisi IV DPR RI dari Dapil VII Jawa Timur.