Surabaya (10/11) — Semangat kepahlawanan kembali digaungkan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Reni Astuti, dalam momentum peringatan Hari Pahlawan 10 November. Legislator Dapil Jawa Timur I tersebut menyampaikan pesannya usai menghadiri kegiatan lomba senam “Bergerak Bersama Bu Reni” yang digelar di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (9/11/2025).
Reni menegaskan bahwa Surabaya sebagai Kota Pahlawan memiliki sejarah panjang yang tidak hanya menjadi catatan nasional, tetapi menjadi identitas keberanian yang harus terus dirawat generasi hari ini. “Surabaya ini kota yang sangat menentukan dalam perjuangan kemerdekaan. Banyak cerita perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan dan pejuang kita. Di sini, semangat itu bergolak,” ujar Reni.
Ia mengingatkan kembali peran Bung Tomo, tokoh yang menggelorakan pekik perlawanan 10 November. “Kita tidak bisa melepaskan Hari Pahlawan dari sosok Bung Tomo yang memekikkan semangat kemerdekaan dengan teriakan Allahu Akbar, merdeka, merdeka, merdeka. Suara itu membangkitkan keberanian arek-arek Suroboyo pada saat jam-jam yang menentukan,” tuturnya.
Reni menilai, semangat yang pernah berkobar tersebut harus terus dirawat, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, predikat Kota Pahlawan bukan sekadar gelar, melainkan identitas kolektif yang harus diwujudkan dalam tindakan dan karakter warganya.
“Nama Kota Pahlawan ini hanya dimiliki oleh Surabaya, satu-satunya. Maka arek Surabaya harus wani, harus semangat, harus punya spirit. Semangat itu tidak boleh padam. Ini harus kita bawa, buat kita, buat anak muda, buat anak-anak kita semuanya,” tegasnya.
Kegiatan senam bersama itu sendiri menjadi bagian dari kampanye kesehatan sekaligus ajang memperkuat kedekatan sosial antarwarga. Reni menutup kegiatannya dengan ajakan untuk tetap merawat semangat gotong royong. “Kita bergerak bersama, sehat bersama, semangat bersama. Itu yang membuat Surabaya tetap hidup dan penuh daya juang,” pungkasnya.