Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Fikri Faqih Dukung Keputusan Presiden Terkait Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah Indonesia

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (24/10) — Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (23/10/2025).

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo memutuskan bahwa bahasa Portugis akan mulai diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia, sebagai bukti bahwa Brasil merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia.

Prabowo juga telah menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi dan Saintek, Brian Yuliarto, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, untuk menindaklanjuti keputusan tersebut dan segera menerapkan pengajaran bahasa Portugis di sekolah-sekolah.

Keputusan tersebut mendapat respons dari parlemen.

Anggota Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih, M.M., menilai bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan undang-undang dan kebutuhan Indonesia untuk menjalin kerja sama internasional.

Fikri Faqih menegaskan bahwa secara hukum, pembelajaran bahasa asing diperbolehkan.

“Di dalam UU No. 24 Tahun 2009 adalah tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan, memang bahasa asing diperkenankan dipelajari dan bahkan digunakan di Indonesia sesuai keperluannya,”kata Fikri, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, keputusan ini sejalan dengan semboyan nasional, yaitu Trigatra Bangun Bahasa yang berbunyi: Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing. Bahasa Portugis termasuk dalam kategori Bahasa Asing yang perlu dikuasai.

Fikri Faqih menjelaskan, intensitas kerja sama dengan negara lain akan menentukan kebutuhan untuk saling mempelajari bahasa.

“Ketika kita kerja sama dengan Amerika dan negara Eropa maka kita harus belajar paling tidak bahasa Inggris dan bahasa negara-negara di Eropa,” jelasnya.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemiliihan IX Jawa Tengah (Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes) ini juga mencontohkan, banyak orang Jepang dan negara eks-Soviet, seperti Uzbekistan, yang membuka program studi Bahasa Indonesia karena adanya kerja sama.

Fikri menambahkan, rencana Indonesia untuk menjadi anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) juga semakin memperkuat kebutuhan untuk mempelajari bahasa-bahasa negara anggota, termasuk Brasil.