Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Kilang Minyak Terbakar Lagi, Aleg PKS Ateng Sutisna Desak Pemerintah Perketat Pengawasan dan Audit Keamanan Migas

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (20/10) — Insiden kebakaran yang terjadi di kilang minyak PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) , Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada (15/10) lalu, mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna .

Kebakaran yang diduga dipicu oleh kebocoran pompa itu menimbulkan kepulan asap tebal dan ledakan kecil hingga memicu ketakutan warga sekitar.

Ateng menyampaikan secara mendalam atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa kejadian serupa tidak seharusnya terus terulang di fasilitas vital seperti kilang minyak yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Menurutnya, laporan DPRD Tuban yang menyebutkan adanya indikasi kesalahan prosedur harus ditindaklanjuti dengan investigasi terbuka dan menyeluruh .

“Kalau benar ada kesalahan prosedur, berarti ada masalah serius dalam sistem keselamatan kerja di kilang selama ini. Jangan sampai kebakaran dianggap kejadian biasa yang akan terus terulang ke depan,” tegasnya.

Ateng menilai Pemerintah dan manajemen TPPI perlu membuka hasil investigasi secara transparan kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi. Ia juga mendesak agar dilakukan audit eksternal dan independen terhadap sistem keamanan serta prosedur operasional kilang, guna memastikan seluruh aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) berjalan sesuai standar internasional.

“Audit harus dilakukan secara independen agar objektif. Hasilnya nanti bisa menjadi acuan bagi seluruh kilang migas di Indonesia untuk memperkuat sistem pencegahan kebakaran. Jangan hanya berhenti di Tuban,” ujarnya.

Selain penyelidikan teknis, Ateng juga meminta Pemerintah memberikan perlindungan terhadap masyarakat sekitar , termasuk dampak lingkungan dan potensi risiko kesehatan. Ia mengingatkan bahwa industri migas harus aman dan bertanggung jawab , baik terhadap pekerja maupun warga sekitar.

“Keselamatan manusia dan keamanan lingkungan harus jadi prioritas utama, bukan sekadar angka produksi. Pemerintah tidak boleh menganggap enteng setiap kejadian di sektor migas,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Ateng mendorong evaluasi menyeluruh terhadap seluruh sistem operasional kilang dan fasilitas pengolahan minyak di Indonesia, mengingat kejadian serupa sudah berulang kali terjadi .

“Minyak adalah sektor vital, tapi jangan sampai keselamatan diabaikan. Peristiwa di Tuban ini harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” tutupnya.