Tangerang (15/10) — Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menerima kunjungan Anggota DPR RI Komisi XI, Habib Idrus Salim Aljufri, Lc., M.B.A., dalam rangka penyerahan simbolik Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada mahasiswa UMT. Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 15 Gedung Rektorat UMT ini menjadi momentum penting bagi perluasan akses pendidikan tinggi serta penguatan komitmen dalam memajukan pendidikan di wilayah Banten III.
Dalam sambutannya, Habib Idrus Salim Aljufri menyampaikan bahwa kehadirannya di kampus merupakan bagian dari pengabdiannya terhadap pendidikan, khususnya di wilayah dapil Banten III.
“Negara saat ini hadir untuk memberikan jaminan pendidikan melalui program KIP Kuliah. Kami bertekad menjadi bagian dari perjuangan agar setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi,” ujar Habib Idrus.
Ia juga menambahkan, hingga tahun 2026 pemerintah telah mengalokasikan Rp769,7 triliun untuk anggaran pendidikan. Sebagian besar porsi tersebut difokuskan pada program makan bergizi gratis, tanpa mengurangi esensi dari peningkatan mutu pendidikan nasional. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan beasiswa LPDP bagi sekitar 4.000 mahasiswa pada tahun 2026.
Sebagai seorang yang juga tengah menempuh studi doktoral di Universitas Trisakti bidang Ekonomi Syariah, Habib Idrus menekankan pentingnya menanamkan semangat belajar sepanjang hayat.
“Saya merasa bangga berada di tengah lingkungan akademik seperti ini. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan kembali kepada bangsa dan agama,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UMT Dr. Desri Arwen dalam sambutannya menyampaikan bahwa universitas tengah mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran, yang akan menjadi satu-satunya di wilayah Tangerang Raya.
“Kami berkomitmen menghadirkan program pendidikan kedokteran yang berkualitas. Secara geografis, wilayah Banten memang telah memiliki fakultas kedokteran di Untirta, namun letaknya cukup jauh dari Tangerang Raya. Harapannya, UMT dapat menjadi barometer pendidikan kedokteran di kawasan ini,” ujar Rektor.
Menanggapi hal tersebut, Habib Idrus menyatakan kesiapannya untuk mengawal dan membackup pendirian Fakultas Kedokteran UMT, agar dapat segera terwujud dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
“Apa yang diperjuangkan UMT hari ini adalah bagian dari cita-cita besar mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami siap bergerak bersama agar program ini berjalan dengan baik dan melahirkan alumni yang membanggakan,” tuturnya.
Pada sesi penyerahan simbolik, delapan mahasiswa penerima KIP Kuliah menerima langsung bantuan yang diberikan melalui koordinasi antara pihak universitas dan pemerintah. Dalam laporan yang disampaikan Kabag Kemahasiswaan UMT, Riza Faisal, S.E., S.Y., disebutkan bahwa dari 400 pengajuan KIP, UMT baru memperoleh 80 kuota, sementara 320 mahasiswa lainnya masih menunggu kuota tambahan.
Besaran bantuan KIP Kuliah ditentukan berdasarkan akreditasi program studi, yakni Rp4.500.000 untuk akreditasi A dan B, serta Rp2.000.000 untuk akreditasi C.
Dalam penutupnya, Habib Idrus menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima KIP dan mendorong mereka untuk terus berprestasi.
“Semoga kesempatan belajar di perguruan tinggi ini menjadi jalan untuk mengembangkan potensi diri dan memberi dampak yang luas bagi bangsa, negara, dan agama,” pungkasnya.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat melalui susunan kegiatan: pembukaan oleh Ali Mubin, M.A. selaku MC, sambutan dari Rektor UMT dan Habib Idrus, penyerahan simbolik bantuan KIP Kuliah, serta penutup dan foto bersama.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi kembali ditegaskan sebagai pilar utama peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dukungan legislator seperti Habib Idrus Salim Aljufri menjadi bentuk nyata komitmen terhadap pemerataan pendidikan dan pembangunan manusia unggul di Banten Raya.
Sebagai informasi, acara ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan UMT, yakni Rektor UMT