Buru (13/10) — Suasana Kota Namlea hari ini begitu semarak dan penuh warna. Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan utama menyaksikan Karnaval Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Buru, Sabtu (11/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kabupaten Buru tahun 2025 dengan tema “Merawat Persatuan, Menumbuhkan Kebersamaan, dan Membangun Buru yang Maju.”
Acara dihadiri oleh Anggota DPR RI Dapil Maluku, Saadiah Uluputty, ST, Bupati dan Wakil Bupati Buru beserta istri, Forkopimda Kabupaten Buru, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, dan 40 paguyuban budaya dan 10 kecamatan yang turut ambil bagian dalam karnaval tersebut.
Dalam suasana yang penuh keceriaan dan nuansa kebersamaan, Saadiah Uluputty tampil berpartisipasi dalam karnaval dengan mengenakan baju adat Buton saat bergabung bersama rombongan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST), serta berpakaian JLB (Jazirah Leihitu Buru) ketika tampil bersama rombongan selanjutnya. Kehadirannya menambah semarak dan kehangatan suasana perayaan.
Dalam pernyataannya, Saadiah menyampaikan bahwa karnaval budaya bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga ruang refleksi atas nilai-nilai keberagaman dan kebersamaan masyarakat Buru.
“Karnaval ini bukan ajang pawai hiburan seremonial saja. Melainkan kegiatan ini menggambarkan keberagaman dalam persatuan di Buru. Menggambarkan nilai-nilai kebersamaan, dan bagaimana kita merawat budaya dan tradisi yang telah diwariskan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Buru adalah daerah yang kaya, bukan hanya dengan sumber daya alamnya, tetapi juga dengan kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakatnya.
“Ajang ini memberikan kita pesan bahwa masyarakat Buru memiliki kekhasan dalam keberagaman. Empat puluh paguyuban dan sepuluh kecamatan yang hadir di karnaval memberikan arti bahwa Buru bukan saja kaya akan sumber daya alam, tetapi juga kaya akan nilai-nilai luhur kebudayaan dan tradisi,” tambahnya.
Sepanjang jalan, masyarakat terlihat antusias menyaksikan setiap rombongan peserta yang menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari drum band pelajar, tarian tradisional, musik daerah, teatrikal budaya, hingga atraksi seni bela diri. Setiap penampilan membawa pesan tersendiri tentang kearifan lokal dan semangat gotong royong masyarakat Bupolo.
Bagi Saadiah Uluputty, kegiatan seperti ini menjadi wadah penting untuk memperkuat identitas budaya dan solidaritas sosial masyarakat Buru.
“Karnaval ini juga menjadi bagian untuk meningkatkan kreativitas sumber daya manusia, agar bisa memberikan dan menampilkan yang terbaik. Sekaligus mempertemukan dan mengeratkan kembali tali persaudaraan di antara kita,” tuturnya dengan senyum hangat.
Karnaval Budaya HUT ke-26 Kabupaten Buru menjadi bukti bahwa di tengah keberagaman etnis, bahasa, dan adat, masyarakat Buru tetap berdiri teguh dalam satu semangat “Retemena Barasehe Antar Kai Wae” semangat persaudaraan, persatuan, dan cinta terhadap tanah Bupolo.
Acara pun berlangsung meriah hingga sore hari, diiringi tawa, musik, dan tepuk tangan masyarakat yang menikmati setiap penampilan dengan rasa bangga dan haru, sebuah wujud nyata dari cinta masyarakat terhadap Kabupaten Buru yang terus tumbuh, maju, dan berbudaya.