Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Meity Rahmatia: Peran Orang Tua Menentukan dalam Menangkal Radikalisasi di Platfom Digital

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (12/10) — Dunia digital mengubah lanskap kehidupan sosial masyarakat di dunia. Tak terkecuali masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai salah satu populasi penduduk terbesar di dunia saat ini.

Diantara yang berubah adalah ruang pergaulan sosial dan cara berkomunikasi masyarakat. Sekarang generasi muda berkomunikasi lebih banyak mengandalkan platform.

Kini, pergaulan sosial memiliki lingkup yang luas, yang melewati batas-batas negara.

Perubahan ini tentu membawa dampak positif yang besar bagi perkembangan masyarakat di berbagai bidang. Pada pergaulan yaitu meluasnya jejaring sosial dan terbukanya akses informasi serta pengetahuan masyarakat tentang dunia luar.

Negatifnya, ruang sosial dan berbagai fitur di dunia digital membawa banyak pengaruh yang bila tidak disaring, bisa membentuk generasi yang mudah berperilaku destruktif.

Misalnya saja, saat ini konten di berbagai platform sangat mudah menunjukkan adegan-adegan kekerasan yang berpeluang direplikasi oleh para penonton atau penggemarnya.

Dan faktanya, di realitas kehidupan masyarakat, peristiwa kekerasan yang diinspirasi oleh tontonan dan permainan di platform sudah sering terjadi. Kondisi ini tentu saja menjadi bom waktu bagi stabilitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Anggota DPR RI, Hj Meity Rahmatia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengontrol intensitas penggunaan platform dan fitur permainan di dunia digital. Termasuk mengontrol konten yang dikonsumsi oleh anak-anak lewat gadget dalam rangka deradikalisasi.

“Peran orang tua sangat berpengaruh karena mereka yang memahami dan lebih dekat dengan anak-anaknya,” ungkapnya pada awak media, Sabtu (11/10/2025).

Politisi yang duduk di Komisi XIII DPR RI itu menyinggung data dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris yang menemukan konten yang terindikasi memuat pemahaman radikal.

“Kita semua mewaspadai adanya sisipan konten di permainan-permainan berbasis digital yang mengarahkan anak-anak kita ke pemikiran radikal. Saya setuju dengan BNPT bahwa peran ibu harus didorong agar bisa mengelola dan mendidik anak-anaknya dalam penggunaan platform dan fitur di arena digital,” pungkasnya.

BNPT baru-baru ini melansir hasil penelitian, bahwa mereka menemukan adanya upaya sistematis penyusupan pemahaman radikal melalui game online seperti Roblox. Menurut Deputi pencegahan, perlindungan, dan deradikalisasi BNPT, Mayor Jenderal TNI Sudaryanto, anak-anak akan digiring masuk dalam komunitas Whatsaap atau telegram untuk diberikan pemahan kekerasan. Ia kemudian menekankan peran sentral Perempuan, dalam hal ini ibu-ibu untuk mencegah pemahaman tersebut.