Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Syahrul Aidi Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Sikapi Proposal Trump soal Palestina

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (02/10) — Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Syahrul Aidi Maazat, mengingatkan pemerintah Indonesia agar bersikap hati-hati terhadap proposal terbaru Donald Trump terkait Palestina. Ia menilai proposal tersebut justru sarat dengan kepentingan Israel dan berpotensi merugikan perjuangan kemerdekaan Palestina.

Hal itu disampaikan Syahrul dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (02/10).

“Berita terkini salah satunya adalah tentang proposal Donald Trump yang berisi 20 butir. Saya ingin mengatakan, pemerintah Indonesia harus hati-hati menyikapi proposal ini. Karena proposal ini bisa jadi jebakan. Konsep yang ada justru adalah untuk kepentingan Israel,” tegas Syahrul.

Menurutnya, isi proposal tersebut sama sekali tidak mengakomodasi pengakuan terhadap Palestina sebagai negara yang berdaulat. Justru, kata Syahrul, permintaan yang muncul lebih banyak menguntungkan Israel.

“Tidak ada pengakuan terhadap negara Palestina yang berdaulat, justru yang terjadi adalah permintaan Israel: sandera dibebaskan, Hamas dilucuti senjatanya. Ini sama saja menyerahkan Gaza ke Israel,” jelasnya.

Syahrul juga menyinggung rekam jejak Donald Trump yang selama ini konsisten mendukung kebijakan Israel meskipun negara tersebut melakukan berbagai pelanggaran hukum internasional.

“Kita tahu Donald Trump ini selama ini adalah orang yang selalu mendukung kebijakan Israel, yang telah melanggar aturan-aturan perang, membunuh anak-anak, membunuh perempuan, menghancurkan rumah sakit, sekolah, rumah ibadah. Semua kejahatan perang telah dilakukan oleh Israel dan sampai sekarang Amerika selalu berpihak kepada Israel,” ujarnya.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa proposal tersebut semestinya ditolak dan penyelesaian isu Palestina harus diinisiasi oleh negara-negara yang sejak awal konsisten menyuarakan kemerdekaan Palestina dalam wadah PBB.

“Proposal ini sebetulnya harus ditolak. Harusnya yang merumuskan adalah negara-negara yang sejak awal menyuarakan dan mengakui kemerdekaan Palestina, tentu dalam wadah PBB,” tegas Syahrul.

Syahrul pun mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyuarakan dukungan bagi Palestina dalam Sidang Umum PBB baru-baru ini. Ia mendorong agar suara Indonesia diperkuat dengan diplomasi aktif di tingkat internasional.

“Kita apresiasi Pak Prabowo yang sudah bersuara di PBB. Harusnya suara ini yang dikumpulkan. Lakukan lobi-lobi dengan negara-negara yang sudah secara nyata mengakui negara Palestina,” pungkasnya.