Jakarta (22/09) — Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyoroti masalah yang dihadapi para siswa sekolah khusus olahraga (SKO) terkait benturan antara jadwal pendidikan dan karier atletik mereka.
Ia menegaskan, perlu ada perhatian serius dari pemerintah agar para atlet tidak mengorbankan pendidikan demi prestasi. Hal itu disampaikannya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (20/9/2025), usai kunjungan kerja spesifik ke Surakarta.
Fikri menjelaskan bahwa permasalahan utama terletak pada ketidakselarasan antara jadwal latihan dan pertandingan yang padat dengan sistem pendidikan formal. Ia menilai, undang-undang terkait keolahragaan dan pendidikan perlu dijadikan acuan untuk merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif.
“Hal ini penting agar sistem pendidikan tidak berbenturan dengan kebutuhan atlet yang kerap harus mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dalam waktu lama,” kata Fikri.
Meskipun demikian, legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengapresiasi Pemerintah Kota Solo yang telah menunjukkan komitmennya dengan menyediakan SKO di tingkat SMP.
Menurutnya, sekolah ini menjadi praktik baik yang patut dicontoh, karena mampu mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembinaan prestasi olahraga sejak dini.
Namun, tantangan masih muncul saat para siswa SKO harus melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Fikri menyebut, meski sudah ada SMA dengan kelas khusus olahraga di Solo dan beberapa di tingkat provinsi, sistemnya belum sepenuhnya sinkron.
Akibatnya, para atlet berisiko tertinggal dalam akademik, bahkan ada yang tidak naik kelas karena absen satu semester penuh.
Ke depan, Fikri berharap pemerintah pusat mengambil langkah serius untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan atlet.
Dengan sistem yang terintegrasi, para atlet dapat mengembangkan prestasi olahraga tanpa harus kehilangan haknya dalam memperoleh pendidikan yang layak.