Surabaya (21/09) — Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Reni Astuti, menghadiri kegiatan Semarak Budaya 2025 yang berlangsung di Tambak Lumpang, Kelurahan Sukomanunggal, Surabaya, Minggu Siang (21/9).
Acara tahunan yang digelar oleh masyarakat setempat ini mengusung tema unik: Festival Layang-Layang dan Kampung Bubur Madura, sebuah kolaborasi budaya yang memadukan kreativitas seni rakyat dengan kekayaan kuliner tradisional.
Kehadiran Reni Astuti menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal serta pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan berbasis kearifan lokal.
“Pemilihan tema ini murni berdasarkan aspirasi warga dan kondisi yang ada di wilayah Sukomanunggal,” ujar Reni saat diwawancarai awak media.
“Di sini ada tanah lapang yang luas, cocok untuk festival layang-layang. Dan yang lebih menarik, ada komunitas penjual Bubur Madura yang memang sudah dikenal di kawasan ini. Alhamdulillah, mereka bisa kita hadirkan dan membagikan 500 bungkus bubur secara gratis untuk warga yang datang,” lanjutnya.
Menurut Reni, layang-layang bukan hanya permainan tradisional, tetapi juga sarat akan nilai-nilai kehidupan seperti kerja keras, keseimbangan, dan kebersamaan. Sedangkan kehadiran Bubur Madura menambah warna kuliner tradisional khas Indonesia yang patut dilestarikan.
“Kita ingin memperkenalkan budaya lokal ini kepada generasi muda. Di acara ini juga ada Reog, Jula-Juli, dan gamelan. Anak-anak terlihat sangat antusias meskipun cuaca cukup panas. Ini menunjukkan bahwa kegiatan budaya bisa menjadi sarana edukatif yang menyenangkan,” ungkap Reni kepada awak media, usai menghadiri acara tersebut.
Reni menegaskan pentingnya peran negara dalam menjamin hak-hak anak, termasuk hak atas pendidikan, kesehatan, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang. Ia berharap pemerintah daerah terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, terutama terkait pemenuhan hak anak.
“Saya belum mendapat laporan soal anak putus sekolah atau masalah kesehatan di sini, tapi tentu saya terbuka untuk menerima aspirasi dan mencari solusi bersama pemda. Semua anak, baik yang tinggal di pusat kota maupun di pinggiran seperti Sukomanunggal, berhak mendapatkan fasilitas yang sama,” tegasnya.
Salah satu perhatian Reni dalam kunjungannya adalah kondisi lapangan tempat kegiatan diselenggarakan. Ia menyarankan agar pemerintah kota memanfaatkan aset tersebut sebagai sarana olahraga yang layak.
“Kalau ini aset pemkot, sebaiknya dibangun menjadi fasilitas olahraga atau taman. Anak-anak butuh ruang bermain yang aman dan kondusif seperti di wilayah lain,” ucap Reni.
Terkait alokasi anggaran, Reni menyampaikan bahwa Kota Surabaya telah memenuhi ketentuan minimal anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Namun, ia tetap mendorong agar kualitas pelayanan terus ditingkatkan.
“Di tingkat pusat, kami di Komisi X yang membidangi pendidikan, memastikan bahwa anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN, sebagaimana amanat konstitusi. Kami juga dorong peningkatan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan secara menyeluruh,” pungkasnya.