Jakarta (04/09) — Rapat kerja komisi IV dengan Kementan hari ini berjalan cukup dinamis. Paparan rencana kerja Kementan tahun 2026 dengan anggaran 40 T mendapatkan banyak pertanyaan dan arahan dari pimpinan dan anggota komisi IV DPR.
“Anggaran pangan dalam RAPBN 2026 berkisar sampai 164 T atau 5.3%, angka yang moderat untuk sebuah cita – cita swasembada pangan seperti visi Prabowo. Usulan saya dari sejak sebelum menjadi DPR adalah 10 – 15% minimal, atau kisaran 300 T dari APBN” tanggapan Riyono dalam sesi pendalaman dalam raker komisi IV.
Paparan Menteri Pertanian memberikan gambaran akan produksi pangan RI yang bisa sampai 34 juta ton hasil panen padi nasional. Saat ini masih ada sisa waktu sampai akhir tahun untuk bisa menambah besaran produksi.
“Anggaran 40 Triliun harus mampu memberikan nilai tambah dan lebih bagi peningkatan produksi serta kesejahteraan petani. Mentan fokus saja kepada hulunya, produksi dan produksi pertanian kita. Jangan bicara lagi soal harga pangan, biar lembaga lain yang urus. Nanti kalau gak pas bisa buat gaduh suasana” permintaan Riyono kepada Mentan Amran Sulaiman.
Stok pangan khususnya beras yang mencapai 4 juta ton di gudang Bulog saat ini memberikan keyakinan bahwa pangan kita aman. Perlu manajemen dan politik pangan yang utuh agar hulu – hilir pangan bisa berjalan seirama.
“Pangan adalah hak hidup rakyat kita, pangan sudah masuk HAM, negara wajib menyediakan bagi rakyatnya. Pangan terjangkau serta merata adalah kehidupan Republik ini” tambah Riyono.