Jakarta (20/08) — Founder Agriculture Youth Organization (AYO), Jatu Barmawati, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia. Hal ini ia sampaikan dalam pemaparan materinya di acara Grand Launching Lomba Baca Teks Proklamasi ala Bung Karno yang digelar Fraksi PKS DPR RI.
Dalam paparannya, Jatu menegaskan bahwa pertanian adalah inti kehidupan bangsa dan menjadi kunci keberlangsungan Indonesia di masa depan.
“Masalah pangan adalah masalah hidup dan matinya Indonesia. Apabila masyarakatnya saja tidak bisa makan, maka tinggal menunggu waktunya apabila negara ini akan hancur. Karena itu, pemuda harus menjadi agen perubahan untuk memuliakan pertanian sebagai wujud kemerdekaan bangsa,” ujarnya .
Jatu yang juga merupakan Duta Pertanian Milenial Kementerian Pertanian ini mendorong anak-anak muda agar tidak ragu terjun ke dunia pertanian. Ia menilai, selama ini sektor pertanian masih dipandang sebelah mata dan dianggap tidak menjanjikan, padahal jika dikelola dengan baik justru menjadi sektor strategis yang sangat potensial.
“Bahkan miliarder dunia seperti Bill Gates dan Jack Ma berinvestasi di pertanian. Kalau mereka saja yang kaya sudah melihat potensi itu, kita sebagai anak bangsa seharusnya lebih bangga menjadi petani,” tegasnya.
Melalui Agriculture Youth Organization (AYO), Jatu bersama komunitasnya berupaya membina generasi muda sejak usia dini agar mencintai pertanian. Ia menyebut, AYO mengusung tiga nilai utama: education, agro-sociopreneur, dan kolaborasi, termasuk merangkul kelompok disabilitas untuk bisa menjadi bagian dari pahlawan pangan.
Di akhir pemaparannya, Jatu mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya kaum muda, untuk menanamkan semangat proklamasi ke dalam bidang pertanian.
“Peran penting anak-anak muda di dunia pertanian bisa menjadi wujud kemerdekaan bagi ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Mari kita bersama-sama memuliakan pertanian demi Indonesia yang mandiri dan berdaulat,” pungkasnya.