Jakarta (19/08) — Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Komisi IX, Netty Prasetiyani, menegaskan komitmennya dalam mengawal penggunaan RAPBN 2026, khususnya pada program strategis nasional Makan Bergizi Gratis. Program ini disebut sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing. Hal ini disampaikan Netty dalam sesi PKS Legislative Report sebelum menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/8).
Menurut Netty, hingga saat ini program Makan Bergizi Gratis sudah menjangkau lebih dari 20 juta peserta didik di seluruh Indonesia, didukung dengan pembangunan 5.800 Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di 38 provinsi, serta berhasil menyerap hingga 290 ribu lapangan kerja baru.
“Program ini bukan hanya soal konsumsi harian, tetapi merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi sehat, unggul, dan berdaya saing. Oleh karena itu, pengawasan terhadap efisiensi anggaran sangat penting agar manfaatnya betul-betul tepat sasaran,” tegas Netty.
Ia menambahkan, keberhasilan program unggulan tersebut harus sejalan dengan semangat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa seluruh kekayaan alam dan cabang produksi dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Netty juga berharap pemerintah tetap konsisten menghadirkan program-program lain yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakat luas.
“Kami dari Fraksi PKS akan terus mencermati setiap kebijakan pemerintah agar anggaran negara benar-benar menghadirkan kemakmuran bagi rakyat, bukan sebaliknya,” pungkasnya.