Jakarta (16/08) — Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKS dari Dapil Maluku, Saadiah Uluputty, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati hanya akan terwujud jika pembangunan menjangkau seluruh pelosok Indonesia, termasuk pulau terluar, pedesaan, pesisir, dan masyarakat marginal.
Dalam momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’.
Saadiah menekankan pentingnya pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan berbasis potensi lokal.
“Bersatu berarti tidak meninggalkan satu pun wilayah atau kelompok masyarakat di belakang. Berdaulat berarti berdiri di atas kaki sendiri dalam pangan, energi, dan teknologi. Rakyat sejahtera berarti seluruh warga merasakan manfaat pembangunan, bukan hanya yang tinggal di kota besar. Indonesia maju berarti kemajuan yang berakar pada keadilan sosial,” ujarnya di Jakarta, di sela-sela rapat paripurna DPR RI Jumat (16/8/2025).
Politisi PKS ini menyoroti kondisi pulau-pulau terluar yang menjadi garda depan kedaulatan negara namun masih minim infrastruktur dasar seperti listrik, air bersih, fasilitas kesehatan, dan konektivitas transportasi.
Ia mendorong pemerintah untuk memberi insentif bagi tenaga medis dan guru agar bersedia mengabdi di wilayah perbatasan, serta memastikan distribusi logistik berjalan sepanjang tahun.
Untuk sektor pedesaan, Wakil rakyat Maluku ini menegaskan bahwa desa merupakan lumbung pangan bangsa yang perlu diperkuat dengan irigasi memadai, modernisasi alat pertanian, dan akses pasar yang lebih luas.
Dana desa, menurutnya, harus tepat sasaran untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan membuka peluang ekonomi baru.
Di wilayah pesisir, Saadiah mengingatkan bahwa potensi kelautan Indonesia yang sangat besar belum dikelola maksimal. Nelayan kecil masih terkendala modal, peralatan, dan fasilitas pengolahan hasil laut.
Pemerintah perlu menghadirkan industri pengolahan di daerah, menyediakan cold storage, dan memperkuat perlindungan ekosistem laut.
Terkait masyarakat marginal, ia menekankan perlunya program terintegrasi yang meliputi perumahan layak, sanitasi, layanan kesehatan keliling, pelatihan keterampilan, dan fasilitasi administrasi kependudukan.
“Masyarakat marginal tidak membutuhkan belas kasihan, mereka butuh kesempatan setara untuk maju,” tegasnya.
Saadiah menambahkan, pembangunan infrastruktur harus menyesuaikan karakter geografis masing-masing daerah.
“Di Maluku, laut adalah jalan raya utama. Dermaga, kapal, dan jaringan logistik laut sama pentingnya dengan jalan raya di Pulau Jawa,” ungkapnya.
“Saya mengajak kepada semua pihak elemen bangsa, untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan sejati hanya terwujud jika seluruh rakyat, dari pusat hingga pulau terluar, bisa berkata dengan bangga: Inilah Indonesia, rumah kita bersama,” tutup Saadiah Uluputty.