Ambon (12/08) — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, menyambut dengan penuh optimisme terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 dan KM 38 Tahun 2025, yang menetapkan Bandar Udara Pattimura di Kota Ambon sebagai bandara internasional.
“Ini bukan sekadar perubahan status, ini adalah babak baru bagi Maluku. Bandara internasional membuka pintu kita langsung ke dunia,” ujar Saadiah di Ambon.
Perwakilan Perempuan di DPR RI dari PKS ini menyatakan, dengan status ini, Maluku berpeluang menarik lebih banyak wisatawan mancanegara yang ingin menikmati pesona alam seperti Pantai Ora, Pulau Banda, hingga keindahan bawah laut Kei.
“Konektivitas langsung akan memangkas waktu perjalanan wisatawan, membuat Maluku lebih kompetitif dibanding destinasi lain di Indonesia Timur,” tambahnya.
Tidak hanya sektor pariwisata, Saadiah menegaskan bahwa jalur udara internasional akan mempermudah ekspor komoditas unggulan Maluku seperti pala, cengkeh, perikanan, dan hasil laut bernilai tinggi.
“Bayangkan jika hasil laut segar kita bisa langsung diterbangkan ke pasar Asia atau Eropa tanpa harus transit di kota lain. Nilai jual meningkat, pendapatan nelayan dan petani juga naik,” jelas legislator PKS tersebut.
Ia mengingatkan, keberhasilan ini membutuhkan kesiapan penuh, mulai dari fasilitas kepabeanan, keimigrasian, kekarantinaan, hingga standar keamanan dan pelayanan internasional.
“Kita ingin memastikan wisatawan datang dengan kesan terbaik dan produk ekspor kita keluar dengan kualitas terjaga,” tegas Saadiah.
Politisi PKS ini juga mengapresiasi kebijakan di KM 38/2025 yang membuka jalur internasional untuk bandara khusus di wilayah lain sebagai upaya pemerataan pembangunan.
“Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah menghadirkan konektivitas global hingga ke daerah kepulauan,” ujarnya.
Mengakhiri pernyataannya, Saadiah mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan momentum ini.
“Inilah saatnya Maluku tampil di peta dunia, bukan hanya sebagai destinasi indah, tapi juga sebagai pusat perdagangan dan budaya yang membanggakan,” pungkas Saadiah Uluputty.