Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ateng Sutisna Apresiasi Program Lisdes di Papua, Minta Pemerintah Percepat Pemerataan Akses Listrik Wilayah 3T

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (30/7) — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mengapresiasi langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) dalam mempercepat pemerataan akses listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya Papua.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Listrik Desa (Lisdes) yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ateng menegaskan, akses terhadap energi—terutama listrik—adalah hak dasar warga negara yang wajib dijamin kehadirannya oleh negara, termasuk di wilayah terpencil seperti Papua.

“Kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup, pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah harus memastikan seluruh program Lisdes berjalan dengan cepat, merata, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut informasi resmi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah meninjau langsung desa-desa terpencil di Papua untuk memastikan keberlangsungan program tersebut, yang menargetkan elektrifikasi di 10.068 titik dari Aceh hingga Papua.

Hingga semester I-2025, PLN melaporkan sebanyak 36 desa di Papua telah berhasil dialiri listrik. Selain itu, inovasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap melalui program SuperSUN juga telah diterapkan di 693 sekolah di Papua sebagai bagian dari transformasi energi berbasis energi baru dan terbarukan.

Ateng menilai capaian ini sebagai langkah awal yang baik. Namun, ia menekankan perlunya pengawasan ketat dan keterlibatan aktif pemerintah daerah agar program berjalan berkelanjutan dan sesuai kebutuhan masyarakat lokal.

“Pemerintah perlu memastikan agar proyek ini tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan sampai listrik hanya nyala di data, tapi padam di kenyataan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar program Lisdes tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga disertai edukasi masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan energi secara berkelanjutan.

“Ke depan, program Lisdes harus bersinergi dengan pembangunan ekonomi desa dan pendidikan. Jangan berhenti pada elektrifikasi, tapi lanjutkan sampai pada pemberdayaan,” pungkas Ateng.