Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Bertemu Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Meitri: Perempuan di Ranah Politik Bukan Pemenuhan Kuota!

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Karawang (27/07) — Dalam upaya memperkuat peran perempuan di panggung demokrasi, Meitri Citra Wardani, Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS Dapil Jawa Timur VIII, menekankan pentingnya strategi pemenangan yang terarah dan solid di acara ‘Seminar Politik’, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Karawang, yang turut dihadiri oleh berbagai organisasi perempuan lainnya,

Dalam paparannya, Meitri menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi perempuan untuk berkiprah di ranah politik.

Budaya patriarki yang masih kuat, minimnya dukungan partai terhadap kader perempuan, pembiayaan kampanye yang timpang, kurangnya pelatihan, serta stigma bahwa politik ‘bukan tempat perempuan’ menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

“Sejarah Indonesia tidak bisa ditulis tanpa wajah perempuan. Ada peran R.A Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika serta pahlawan Wanita kita lainnya di zaman sebelum kemerdekaan. Karena itu, kita harus terus memperjuangkan hak politik perempuan, bukan hanya sekadar pemenuhan angka kuota,” tegas Meitri.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003, keterwakilan perempuan di parlemen diharapkan mencapai minimal 30 persen.

“Namun, data KPU terbaru mencatat, dari total 576 anggota DPR RI periode 2024–2029, hanya 127 orang atau sekitar 21,9 persen yang merupakan perempuan. Walau belum mencapai 30% tetapi, jumlah ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Fraksi PKS sendiri memiliki delapan anggota DPR RI perempuan dari total 50 anggota,” ujar Meitri.

Dalam kesempatan ini, Meitri juga mendorong perempuan di berbagai bidang baik sebagai Ibu Rumah Tangga, Anggota Legislatif, Pejabat Eksekutif, maupun Yudikatif, untuk aktif berpartisipasi mendukung program pemerintah, serta berani mengambil peran strategis demi memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan kaum perempuan.

“Salah satu pondasi kuat strategi pemenangan perempuan dalam politik adalah membangun dan memperkuat jaringan. Bisa diawali dari peran ibu-ibu di masyarakat, sebagai Ibu RT/RW, Ibu PKK, Posyandu atau aktiv di kegiatan social lainnya, seperti di KPPI ini, maka disana kita membangun jaringan untuk nantinya kita juga dikenal dan belajar untuk semakin dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Menurut Meitri, keterlibatan aktif perempuan bukan sekadar pemenuhan kuota, tetapi juga penegasan peran strategis dalam merumuskan kebijakan publik yang responsive terhadap kaum perempuan.