Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Tinjau TPS3R Nitikan, Anggota FPKS Meitri: Inovasi Pengolahan Sampah RDF Perlu Maksimal!

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (21/07) — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Meitri Citra Wardani bersama anggota Komisi XII melakukan kunjungan spesifik (kunsfik) ke Tempat Pengolahan Sampah, TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Nitikan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta (19/07).

Meitri mengatakan Nitikan merupakan salah satu unit pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah beroperasi sejak tahun 2022.

“Unit ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah bersama masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih efisien dan ramah lingkungan. Setiap hari, unit ini menangani hingga 75 ton sampah dari wilayah sekitarnya,” ungkapnya.

Bukan hanya memilah sampah, lanjutnya, Nitikan juga menjadi salah satu tempat untuk bisa mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif, atau Refuse Derived Fuel (RDF) yang berasal dari sampah organik berkalori tinggi, terutama plastik dan kertas yang tidak bisa didaur ulang,

Meitri, menyampaikan apresiasinya terkait dengan adanya RDF yang telah dihadirkan di TPS3R Nitikan ini.

“Inovasi RDF di TPS3R Nitikan merupakan hal yang potensial dalam pengolahan sampah di masyarakat. Terutama sampah yang sulit didaur ulang seperti plastik, hasilnya bahkan bisa menjadi alternatif bahan bakar dengan inovasi RDF ini,” ujarnya,

Meitri juga melihat langsung proses RDF di TPS3R Nitikan, mulai dari sampah anorganik ringan yang telah dipilah dimasukkan ke conveyor belt untuk disortir kembali, kemudian dicacah menggunakan mesin penghancur (crusher), dan digiling menjadi serpihan kecil oleh mesin RDF.

“Hasilnya konversi sampah residu menjadi bahan bakar yang dapat digunakan di sektor industri, khususnya pabrik semen,” ujarnya.

Namun dalam peninjauan tersebut, Meitri menyampaikan beberapa hal yang perlu di evaluasi oleh Pemerintah Provinsi DIY, Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PLSB3) Kementrian Lingkungan Hidup/BPLH RI yang juga membersamai Kunjungan ke TPS3R Nitikan.

“Beberapa hal yang perlu disoroti pertama, terkait dengan proses yang masih dilakukan secara manual terutama memilah sampahnya masih menggunakan tenaga manusia, yang seharusnya bisa mendapatkan investasi dari APBD untuk menerapkan sistem sortir semi-otomatis atau sensorik. Kedua, terkait dengan perawatan rutin yang harus dilakukan agar tidak terulang downtime yang terjadi di September 2024 lalu, agar RDF bisa bekerja maksimal mengolah sampah yang nyatanya saat ini baru bisa mengolah 60 ton sampah,” paparnya.