Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Merawat Semangat Koperasi, Menguatkan Desa, Menghidupkan Indonesia

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Oleh: Saadiah Uluputty (Anggota DPR RI Komisi V, Dapil Maluku, Fraksi PKS)

Hari Koperasi, tiap 12 Juli, akan selalu menjadi momen yang syarat makna, bukan hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai refleksi tentang peran koperasi dalam membangun bangsa.

Ketika masuk sebagai anggota DPR RI Komisi V, tergerak tindakan berikutnya untuk mengawal isu-isu desa dan daerah tertinggal. Saya meyakini koperasi adalah pilar penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi rakyat, terutama di desa-desa terpencil, termasuk di Maluku yang saya wakili.

Lahir dan besar di Maluku, merupakan tempaan tersendiri di mana semangat gotong royong adalah nafas keseharian masyarakat. Di pelosok-pelosok desa, kami menyaksikan langsung betapa eratnya hubungan antarwarga, saling membantu, dan bersama-sama menjaga kelangsungan hidup.

Itulah mengapa koperasi sebenarnya bukan konsep baru bagi masyarakat kita. Ia adalah wujud nyata dari semangat gotong royong yang terorganisasi secara ekonomi. Koperasi mengajarkan keadilan, kebersamaan, dan kesejahteraan bersama.

Kini, koperasi dihadapkan pada tantangan baru. Pemerintah telah menetapkan arah besar melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Targetnya ambisius, sebanyak 80.000 koperasi desa dibentuk untuk menopang kemandirian ekonomi dan swasembada pangan berkelanjutan. Di Maluku, kehadiran KDMP menjadi peluang besar untuk membuka akses ekonomi bagi desa-desa pesisir dan kepulauan yang selama ini terpinggirkan.

Namun, saya selalu mengingatkan, koperasi tidak boleh hanya menjadi proyek sesaat atau sekadar memenuhi target administratif. Koperasi harus tumbuh secara alami, dengan landasan kebersamaan yang kuat. Pendirian koperasi harus melibatkan musyawarah desa, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan didukung penuh oleh Dana Desa yang dikelola secara transparan dan akuntabel. Koperasi juga harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan justru menjadi pesaing yang mematikan usaha kecil warga.

Di Hari Koperasi ini, saya mengajak semua pihak agar seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga perangkat desa, benar-benar merawat koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat. Koperasi harus diberikan pendampingan serius, mulai dari akses modal yang terjangkau melalui KUR dan skema Himbara, hingga pelatihan manajemen usaha yang kuat. Tidak kalah penting, koperasi perlu didukung dengan infrastruktur digital, agar mampu bersaing di era teknologi dan bisa memasarkan produk lokal hingga ke pasar nasional dan internasional.

Bagi saya, koperasi selain lembaga ekonomi, juga merupakan jalan kemandirian desa dan masa depan Indonesia. Koperasi adalah bukti nyata bahwa kekuatan ekonomi rakyat bisa menjadi tulang punggung bangsa.

Mari kita hidupkan kembali semangat koperasi, kita kuatkan perannya di desa-desa, dan kita pastikan koperasi menjadi fondasi bagi Indonesia yang adil, mandiri, dan sejahtera. Selamat Hari Koperasi untuk seluruh rakyat Indonesia!