Jakarta (09/04) — Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Askweni, menyoroti rencana pemerintah menggabungkan 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor logistik menjadi satu entitas nasional. Ia menilai langkah konsolidasi tersebut merupakan bagian penting dari transformasi BUMN, namun harus dilakukan dengan perencanaan matang agar benar-benar menghasilkan efisiensi dan peningkatan kinerja.
Menurut Askweni, perampingan BUMN bukan sekadar penggabungan struktur, melainkan harus mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang selama ini menghambat kinerja sektor logistik nasional.
“Konsolidasi BUMN logistik ini jangan hanya berhenti pada penggabungan nama dan struktur organisasi. Yang paling penting adalah bagaimana langkah ini mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat layanan, dan menekan biaya logistik nasional,” ujar Askweni.
Ia mengingatkan bahwa sektor logistik memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga pembenahan tata kelola harus dilakukan secara menyeluruh dan terukur.
“Logistik adalah tulang punggung distribusi barang dan jasa. Kalau tidak dikelola dengan baik, dampaknya akan dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan masyarakat, mulai dari mahalnya harga barang hingga lambatnya distribusi,” tegasnya.
Askweni juga menekankan pentingnya memastikan proses integrasi antar-BUMN berjalan mulus tanpa mengganggu operasional yang sedang berjalan. Ia mengingatkan agar tidak terjadi disrupsi layanan selama masa transisi.
“Proses merger harus dirancang secara hati-hati. Jangan sampai justru menimbulkan gangguan operasional, tumpang tindih kewenangan, atau bahkan penurunan kualitas layanan,” lanjutnya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk memastikan adanya kejelasan model bisnis dan arah strategis dari entitas logistik baru tersebut, termasuk bagaimana sinergi antar lini usaha dapat dioptimalkan.
“Harus ada roadmap yang jelas. Entitas baru ini mau dibawa ke arah mana, bagaimana meningkatkan daya saing, dan bagaimana menciptakan nilai tambah bagi negara. Ini yang harus dijawab secara konkret,” katanya.
Selain itu, Askweni mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses konsolidasi, mengingat langkah ini melibatkan aset negara yang besar.
“Publik perlu tahu bagaimana proses ini dilakukan, apa indikator keberhasilannya, dan bagaimana mitigasi risikonya. Transparansi sangat penting untuk menjaga kepercayaan,” ujarnya.
Ia pun berharap konsolidasi ini dapat benar-benar menjadi momentum perbaikan menyeluruh bagi BUMN logistik, bukan sekadar kebijakan administratif.
“Kita tentu mendukung langkah efisiensi, tetapi harus dipastikan hasil akhirnya adalah BUMN yang lebih sehat, lebih kompetitif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Askweni.