Purwakarta (18/03) — Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahap IV Tahun 2026 telah dilaksanakan pada Senin siang, 16 Maret 2026, di Aula Albina Cisereuh, Kabupaten Purwakarta. Agenda kebangsaan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat yang mengikuti pemaparan nilai dasar kehidupan berbangsa.
“Saya mengapresiasi langkah cepat Presiden yang menyampaikan belasungkawa resmi atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Sikap ini mencerminkan kemanusiaan universal sekaligus ketegasan Indonesia dalam merespons dinamika geopolitik global,” ujar Anggota MPR RI, Jalal Abdul Nasir.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan penguatan pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan sebagai pedoman menghadapi perubahan global yang semakin kompleks.
“Kita harus memandang setiap peristiwa internasional dengan kacamata nilai Pancasila. Indonesia selalu menempatkan kemanusiaan, perdamaian, serta penghormatan terhadap kedaulatan bangsa sebagai prinsip utama dalam hubungan antarnegara,” ungkap legislator PKS tersebut.
Momentum sosialisasi ini dimanfaatkan untuk menegaskan kembali pentingnya wawasan kebangsaan di tengah masyarakat. Penguatan pemahaman empat pilar diyakini mampu memperkokoh ketahanan nasional, termasuk dalam menghadapi dampak dinamika geopolitik dunia.
“Kita perlu memastikan masyarakat memahami bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, tetapi panduan moral dalam menyikapi berbagai persoalan global secara bijak dan berimbang,” tutur Jalal dalam penyampaiannya kepada peserta.
Baca Juga: Aleg PKS Jalal Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan demi Lingkungan yang Aman dan Berkelanjutan
Pada kesempatan itu juga ditekankan bahwa Indonesia memiliki tradisi diplomasi yang mengedepankan perdamaian serta prinsip politik luar negeri bebas aktif. Pendekatan tersebut selama ini menjadi pijakan dalam menjaga stabilitas hubungan internasional.
“Indonesia selalu hadir sebagai bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian dunia. Karena itu, sikap empati atas wafatnya seorang pemimpin dunia merupakan bagian dari tradisi diplomasi yang berakar pada nilai kemanusiaan,” jelas Jalal.
Acara sosialisasi tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dengan berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan secara terbuka. Kehadiran kegiatan kebangsaan ini diharapkan memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa.
“Sosialisasi Empat Pilar bukan sekadar kegiatan formal, tetapi ruang membangun kesadaran bersama bahwa persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial harus terus dijaga dalam setiap langkah pembangunan bangsa,” pungkas Jalal Abdul Nasir.