Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ateng Sutisna Dorong Rumah Aspirasi “Saung Nganteur Kahayang” Jadi Pusat Komunitas Peternak Domba Tangkas Garut

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Majalengka (08/03) — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS daerah pemilihan Jawa Barat IX (Sumedang, Majalengka, dan Subang), Ateng Sutisna, mendorong agar Rumah Aspirasi “Saung Nganteur Kahayang” berkembang menjadi pusat komunitas peternak domba Garut, sekaligus penguatan ekosistem ekonomi budaya berbasis peternakan lokal.

Rumah aspirasi yang juga menjadi lokasi Padepokan Domba Tangkas Garut Condra Wisesa tersebut dinilai memiliki potensi unik untuk berkembang sebagai “rumah bersama” bagi komunitas peternak domba tangkas Garut. Dalam konsep ini, rumah aspirasi tidak hanya berfungsi sebagai ruang politik dan penyaluran aspirasi masyarakat, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekonomi rakyat yang berakar pada budaya lokal.

Menurut Ateng, domba tangkas Garut bukan sekadar aktivitas peternakan, melainkan bagian dari warisan budaya masyarakat Sunda yang memiliki nilai ekonomi, sosial, sekaligus tradisi yang kuat.

“Dengan pengelolaan yang baik, padepokan ini dapat menjadi sentra penguatan peternak, sekaligus ruang pelestarian plasma nutfah domba Garut dan pengembangan ekonomi rakyat berbasis budaya lokal,” ujar Ateng.

Ia menjelaskan salah satu fungsi penting yang dapat dikembangkan adalah menjadikan rumah aspirasi sebagai pusat komunitas peternak. Selama ini, banyak peternak domba tangkas yang tersebar di berbagai desa dan belum memiliki pusat pertemuan tetap untuk berkumpul dan berdiskusi.

Melalui keberadaan padepokan domba tangkas di rumah aspirasi, tempat tersebut dapat difungsikan sebagai ruang berkumpul komunitas peternak, tempat musyawarah, serta pusat pertukaran pengetahuan mengenai teknik beternak dan perawatan domba Garut.

“Dengan begitu, rumah aspirasi tidak hanya menjadi tempat kegiatan politik, tetapi juga berubah menjadi rumah komunitas bagi para peternak,” jelasnya.

Selain sebagai pusat komunitas, padepokan ini juga memiliki peran penting dalam pelestarian budaya lokal. Tradisi domba tangkas telah berkembang selama ratusan tahun di wilayah Jawa Barat, khususnya di Garut, Bandung, Sumedang, dan Tasikmalaya.

Melalui padepokan tersebut, rumah aspirasi dapat difungsikan sebagai pusat pelestarian tradisi domba tangkas, tempat latihan dan pembinaan, sekaligus ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan menghargai warisan budaya daerah.

“Pelestarian budaya rakyat harus berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Ateng.

Baca juga: Ateng Sutisna Hadirkan “Rumah Aspirasi Ramah Anak” untuk Perkuat Ruang Partisipasi Anak di Majalengka

Lebih jauh, rumah aspirasi juga dapat menjadi saluran aspirasi langsung bagi para peternak kepada pembuat kebijakan di tingkat nasional. Berbagai persoalan yang dihadapi peternak, seperti kebutuhan bibit unggul, program kesehatan ternak, subsidi pakan, hingga pengembangan pasar ternak, dapat dihimpun dan diperjuangkan melalui jalur kebijakan.

Dengan fungsi tersebut, rumah aspirasi diharapkan menjadi jembatan antara komunitas peternak dan negara dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada peternakan rakyat.

Ke depan, Ateng menargetkan Rumah Aspirasi “Saung Nganteur Kahayang” dapat berkembang menjadi pusat komunitas peternak, pusat pelatihan peternakan, pusat konservasi domba Garut, pusat kegiatan budaya domba tangkas, sekaligus pusat advokasi kebijakan peternakan rakyat.

Menurutnya, jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, tempat ini berpotensi menjadi model nasional integrasi antara rumah aspirasi politik dengan pemberdayaan ekonomi budaya masyarakat.

“Rumah aspirasi tidak hanya harus menjadi tempat menyampaikan keluhan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat. Jika komunitas peternak kuat, budaya lokal terjaga, dan ekonomi rakyat tumbuh, maka di situlah fungsi wakil rakyat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.