Majalengka (07/03) — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS daerah pemilihan Jawa Barat IX (Sumedang, Majalengka, dan Subang), Ateng Sutisna, meluncurkan program RARA (Rumah Aspirasi Ramah Anak) dalam rangkaian kegiatan reses pada periode 20 Februari hingga 9 Maret 2026.
Program ini diluncurkan di Rumah Aspirasi “Saung Nganteur Kahayang”, yang juga menjadi lokasi Padepokan Domba Tangkas Garut Condra Wisesa di Majalengka. Ateng berharap rumah aspirasi tersebut tidak hanya menjadi tempat bertemunya wakil rakyat dengan masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi ruang yang ramah dan inklusif bagi anak-anak.
“Rumah aspirasi pada dasarnya adalah ruang interaksi antara wakil rakyat dengan masyarakat di dapil. Namun, dalam konteks pembangunan sosial saat ini, rumah aspirasi juga perlu menjadi ruang partisipasi publik yang terbuka bagi semua kalangan, termasuk anak-anak,” ujar Ateng.
Menurutnya, konsep Rumah Aspirasi Ramah Anak sejalan dengan program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang didorong pemerintah, serta prinsip-prinsip global dalam Konvensi Hak Anak yang menekankan pentingnya perlindungan, partisipasi, dan pemenuhan hak anak untuk berkembang secara optimal.
Ateng menilai anak-anak pada dasarnya juga merupakan bagian dari konstituen yang diwakili oleh anggota DPR. Namun, dalam praktik politik sehari-hari, aspirasi anak hampir tidak pernah tersalurkan secara langsung.
“Padahal anak-anak memiliki banyak kebutuhan dan aspirasi penting, seperti pendidikan yang baik, ruang bermain yang aman, perlindungan dari kekerasan, akses literasi, dan lingkungan yang sehat. Rumah aspirasi dapat menjadi saluran informal bagi suara anak-anak di masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, rumah aspirasi juga dapat menjadi sarana pendidikan demokrasi sejak dini. Melalui berbagai kegiatan seperti simulasi parlemen anak, diskusi kebangsaan, serta pengenalan fungsi lembaga negara, anak-anak diharapkan dapat memahami bagaimana aspirasi masyarakat disampaikan dan bagaimana kebijakan negara dibuat.
“Ini penting untuk membangun generasi yang melek demokrasi dan memahami konstitusi sejak usia dini,” tambahnya.
Dalam implementasinya, program RARA juga diarahkan menjadi pusat literasi komunitas dan pengembangan karakter anak. Hal ini menjadi penting mengingat masih rendahnya minat baca dan literasi di sejumlah daerah.
Tidak hanya itu, rumah aspirasi ramah anak juga diharapkan dapat menjadi ruang perlindungan sosial bagi anak dan keluarga. Berbagai persoalan seperti kekerasan dalam rumah tangga, perundungan (bullying), pernikahan dini, hingga anak putus sekolah dapat didiskusikan dan dicari solusinya melalui ruang konsultasi sosial di rumah aspirasi.
Dengan pendekatan tersebut, Ateng berharap rumah aspirasi DPR RI tidak hanya menjadi kantor politik, tetapi juga berkembang menjadi ruang demokrasi yang inklusif bagi anak-anak.
“Rumah aspirasi harus menjadi pusat pembelajaran sosial bagi masyarakat. Di dalamnya ada ruang literasi, ruang kreativitas, forum aspirasi anak, serta kegiatan pendidikan kebangsaan dan lingkungan. Dengan begitu, kita ikut menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari penguatan program tersebut, di Rumah Aspirasi “Saung Nganteur Kahayang” juga akan segera dibangun perpustakaan dan taman bacaan anak, serta pojok permainan edukasi yang dapat diakses secara gratis oleh anak-anak dan masyarakat sekitar.
Selain itu, Ateng juga menggandeng Yayasan SARBI Adiwiyata Center untuk menghadirkan program perpustakaan keliling yang akan menyambangi sekolah-sekolah di Majalengka. Program ini diharapkan dapat memperluas akses literasi bagi para pelajar sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini di kalangan anak-anak.