Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Pantau Titik Banpang, Aleg PKS Riyono ‘Caping’: Harga Beras Masih Tinggi bagi Rakyat

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Ponorogo (01/08) — Kesungguhan menjalankan tugas pengawasan dilakukan oleh Riyono melalui pengawasan langsung ke titik penyaluran bantuan pangan pemerintah di Ngawi dan Ponorogo.

Titik yang dipilih juga merupakan titik dengan pembagian bantuan yang paling besar di setiap kecamatan.

“Hari ini saya memantau langsung dan berdialog bersama penerima bantuan pangan. Menanyakan harga beras di level warung kecil dan pasar rakyat, ternyata dampak lambannya penyaluran banpang ini membuat harga beras masih tinggi. 3 titik di desa Kec Karangayar dan Mantingan Ngawi para penerima menyatakan bahwa harga beras di kisaran 13.000 – 15.000, biasanya mereka beli 11.000 – 12.000” papar Riyono Caping Aleg Komisi IV DPR RI dapil 7 Jatim.

Data hasil kunjungan ke Ngawi dan Ponorogo memberikan gambaran bahwa pentingnya menyalurkan bantuan tepat waktu, kalau saat ini dibagikan langsung dua bulan sebanyak 20 Kg. Masyarakat sebenarnya berharap dibagikan tetap tiap bulan sebanyak 10 kg dan di awal tahun, atau maksimal bulan maret.

“Dialog saya dengan penerima Banpang memberikan gambaran, secara kualitas beras masih baik. Kemasan juga baik dan utuh, perlu sedikit modifikasi sisi besarnya kemasan dan data kualitas tertera di kemasan agar rakyat memahami bantuan tersebut” tambah Riyono.

Pantuan sebanyak 6 titik di Ngawi dan Ponorogo dilakukan di desa – desa terpencil, ada yang dikawasan tengah hutan Ngawi dan juga desa di pelosok Ponorogo. Dari kota perjalanan bisa satu jam lebih. Rata – rata penerima Banpang berprofesi sebagai petani dan buruh tani, termasuk para janda dan warga tidak mampu karena faktor usia.

Baca Juga: Riyono Caping Serahkan Bantuan Mesin Combine Untuk Pondok Gontor Putri Mantingan

Dialog dan masukan warga serta perangkat desa diantaranya terkait waktu dan data penerima banpang. Ada data yang sudah diperbaiki ternyata setelah disetorkan ke Pemda kembali ke desa masih sama, perlu update lebih teliti terkait data dan penerima.

“Selain data, penerima dan juga informasi harga beras di level paling bawah masih tinggi. Kisaran 13.000 – 15.000 dengan kualiatas biasa, perlu manajemen Banpang lebih presisi kembali untuk periode berikutnya” tutup Riyono.