Ngawi (31/07) — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Riyono Caping Bersama dengan ratusan petani dan Pimpinan Yayasan Ponpes Gontor mengadakan acara dialog serta penyerahan bantuan Mesin pemanen padi combine harvester.
Acara ini berlangsung di Kantor Yayasan Gontor putri mantingan Ngawi. Kehadiran Riyono Caping disambut oleh pimpinan Ponpes diantaranya KH Ismail Budi Prasetyo, SAg selaku Ketua Yayasan bidang pemeliharaan dan perluasan wakaf pondok, Al Ustdaz Hanif Hafidz selaku wakil ketua, wakil pengasuh gontor putri kampus 1 al Ustd Mujib Abdirohman Lc, MAg, wakil pengasuh GP 2 Al Ustd Muh Alwi Yusron, Wadir GP 1 Ustd Arif Irfanudin, Lc dan Wadir GP 2 Ustd Anwar Fatoni, SH MHi. Riyono juga di dampingi oleh Aleg PKS kab Ngawi dapil Mantingan Nurkholis dan juga kepala desa Sambirejo Sumarno MAg serta TA Bambang Arifin dan Safarudin.
“Kehadiran saya di sini hari ini adalah bentuk kecintaan dan pengabdian kepada para Guru dan Ustadz yang sudah berjuang dan mendidik putra putri terbaik bangsa melalui Pondok Gontor, saya adalah ayah dari putri yang dibesarkan dan dididik oleh Gontor” papar Riyono Caping Aleg Komisi IV DPR FPKS
Kehadiran Riyono hari ini merupakan agenda kunjungan resmi sebagai anggota DPR dalam rangka bertemu konstituen para petani dan sekaligus menyerahkan bantuan advokasi untuk kelompok Tani Gontor di desa Sambirejo Kec Mantingan Ngawi.
“Bapak Ibu para petani hari ini saya serahkan mesin pemanen padi seharga 460 juta kepada petani binaan Ponpes Gontor, semoga membawa manfaat dan berkah untuk petani dan pondok” tambah Riyono Caping.
Dalam kesempatan dialog bersama petani, Riyono mendapatkan masukan terkait harga eceran tertinggi gabah kering panen jangan turun dari 6500, termasuk ketersedian pupuk bagi petani, kualitas pupuk organik yang harus terus di pantau dan di awasi.
“Bapak Ibu petani semua, saya akan mengawal dan bahkan mengusulkan agar harga GKP bukan hanya 6500, tetapi bisa 7000 agar petani bisa sejahtera” tambah Riyono.
Baca Juga: Riyono Caping Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Jenangan
Dalam sambutannya, Ismail selaku ketua wakaf menyampaikan terima kasih dan doa kepada Riyono agar tetap istiqomah dalam memperjuangkan islam dan para petani kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
“Petani harus dibantu, petani adalah pahlawan pangan yang tak pernah minta tanda jasa. Mereka berjuang agar ekonomi negara tetap tumbuh dengan produksi padi yang membanggakan,” tutup Riyono.