Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Aher Apresiasi Kementerian PANRB Perkuat Peluang Karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bidang Iptek dan Riset

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (01/04) — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menilai peluang karier bagi Aparatur Sipil Negara di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) semakin terbuka, terutama pada jabatan fungsional seperti peneliti dan perekayasa. Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB, Aba Subagja (11/03/2026), menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyusun postur ASN strategis guna memenuhi kebutuhan tenaga ahli, termasuk di sektor teknologi nuklir untuk mendukung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui rancangan desain pemenuhan SDM selama lima tahun, kebutuhan tenaga ahli akan direncanakan secara sistematis. Selain rekrutmen baru, pemenuhan kebutuhan dilakukan melalui skema mobilitas talenta bagi pegawai yang kompeten. Penguatan manajemen talenta ini diharapkan mampu membangun ekosistem riset yang optimal dan berkelanjutan di berbagai lembaga pemerintah.

Menyikapi kebijakan Kementerian PANRB tersebut, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Ahmad Heryawan, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang menilai semakin terbukanya peluang karier bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Penguatan jabatan fungsional seperti peneliti dan perekayasa merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) unggul di era transformasi digital dan penguatan riset nasional saat ini.

“Langkah Kementerian PANRB tersebut merupakan arah kebijakan yang sangat tepat. Negara membutuhkan ASN yang tidak hanya administratif, tetapi juga memiliki kapasitas keilmuan dan inovasi yang kuat, terutama di bidang riset dan teknologi,” ungkap Kang Aher saat diwawancarai.

Lebih jauh, mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat dua periode ini menyoroti penjelasan Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB bahwa pemerintah saat ini tengah menyusun postur ASN strategis untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di berbagai sektor prioritas, termasuk teknologi nuklir guna mendukung penguatan peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Oleh karena itu, sangat perlu pemerintah menyusun desain pemenuhan SDM selama lima tahun secara sistematis. Perencanaan jangka menengah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan pengembangan talenta ASN di sektor strategis.

“Apa yang dilakukan pemerintah melalui penyusunan postur ASN strategis menunjukkan adanya keseriusan dalam membangun ekosistem riset nasional yang kuat dan berdaya saing. Perencanaan yang matang akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Kebutuhan tenaga ahli tidak bisa dipenuhi secara sporadis, tetapi harus dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ini.

Terakhir, Anggota F-PKS DPR RI Periode 2024–2029 daerah pemilihan Jawa Barat 2 ini menilai bahwa selain melalui rekrutmen baru, pemenuhan kebutuhan SDM juga dilakukan melalui skema mobilitas talenta bagi ASN yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan. Langkah ini mencerminkan pendekatan yang adaptif dan efisien dalam pengelolaan SDM ASN. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan manajemen talenta sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem riset yang optimal dan berkelanjutan di lingkungan pemerintahan. Ke depan, diharapkan langkah Kementerian PANRB ini dapat mempercepat terwujudnya birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada penguatan kapasitas riset serta inovasi nasional.

“Mobilitas talenta menjadi solusi cerdas untuk mengoptimalkan potensi ASN yang sudah ada, sekaligus mempercepat pengisian posisi strategis tanpa harus selalu bergantung pada rekrutmen baru. Manajemen talenta yang baik akan memastikan bahwa setiap ASN ditempatkan sesuai kompetensinya, sehingga mampu berkontribusi maksimal dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi nasional.

Ke depan, ASN harus menjadi motor penggerak kemajuan bangsa melalui riset, inovasi, dan penguasaan teknologi,” demikian tutup Kang Aher mengakhiri wawancara.