Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Kurniasih Dukung Perpusnas Tetap Maksimalkan Layanan di Tengah Efisiensi Anggaran

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (31/03) — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, menyatakan dukungannya kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) untuk tetap menghadirkan layanan literasi terbaik bagi masyarakat meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

Menurut Kurniasih, Perpusnas memiliki peran strategis dalam menjaga dan meningkatkan budaya literasi nasional. Oleh karena itu, berbagai keterbatasan, termasuk efisiensi anggaran, tidak boleh mengurangi kualitas layanan kepada publik.

“Dalam kondisi efisiensi, yang terpenting adalah bagaimana layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Akses terhadap literasi tidak boleh terganggu karena ini menyangkut kualitas pendidikan dan masa depan sumber daya manusia kita,” ujar Kurniasih.

Ia menegaskan bahwa layanan digital seperti iPusnas telah menjadi kebutuhan penting masyarakat, khususnya bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan fisik.

Kurniasih mendorong Perpusnas untuk melakukan berbagai terobosan agar layanan tetap prima meski dengan sumber daya terbatas.

Salah satu langkah strategis yang didorong adalah pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang secara khusus diarahkan untuk pengembangan perpustakaan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kerjasama tersebut, ujar dia, harus tetap dalam koridor peraturan perundangan.

“CSR dari BUMN dan perusahaan swasta dapat difokuskan untuk memperkuat ekosistem perpustakaan, mulai dari pengembangan perpustakaan digital (e-library), penyediaan koleksi buku, peningkatan infrastruktur dan tentu kerjasama ini harus dalam koridor peraturan perundangan,” jelasnya.

Selain itu, Kurniasih juga menekankan pentingnya peran perusahaan teknologi informasi dalam mendukung penguatan layanan perpustakaan digital, seperti peningkatan kapasitas server, penguatan sistem keamanan, serta pengembangan fitur layanan yang lebih adaptif.

“Dukungan perusahaan teknologi akan sangat membantu perpustakaan dalam menghadirkan layanan digital yang lebih andal, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat,” tambahnya.

Kurniasih juga menekankan pentingnya efisiensi berbasis prioritas, dengan memastikan bahwa program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti layanan akses buku dan literasi digital, tetap menjadi fokus utama.

“Efisiensi harus dilakukan secara cermat, bukan sekadar pemangkasan, tetapi penajaman prioritas. Layanan yang berdampak langsung kepada masyarakat harus tetap menjadi yang utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong Perpusnas untuk memperluas ekosistem literasi melalui sinergi dengan perpustakaan daerah dan kementerian/lembaga, agar akses terhadap bahan bacaan semakin merata di seluruh Indonesia.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan bahwa masyarakat, terutama di daerah dengan keterbatasan fasilitas literasi, tetap mendapatkan akses yang adil terhadap sumber pengetahuan.

“Kita ingin memastikan bahwa di tengah keterbatasan sekalipun, semangat menghadirkan layanan literasi yang inklusif dan berkualitas tetap terjaga. Perpusnas harus menjadi motor penggerak yang mampu beradaptasi dan berinovasi,” ujarnya.