Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Jelang Idul Fitri dan Nyepi, Slamet Minta Pemerintah Jaga Stok dan Stabilitas Harga Pangan

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (10/03) – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Slamet, meminta pemerintah memastikan ketersediaan stok, stabilitas harga, dan kelancaran distribusi pangan menjelang Idul Fitri serta Hari Raya umat Hindu. Hal tersebut ia sampaikan dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (10/03), di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dalam keterangannya, Slamet menekankan bahwa momentum hari besar keagamaan selalu diikuti peningkatan kebutuhan bahan pokok. Karena itu, pemerintah harus memastikan sistem pengamanan pangan berjalan optimal agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga.

“Sebentar lagi Idul Fitri, ini hari raya mayoritas rakyat kita dan juga tentunya hari raya sebentar lagi kaum Hindu. Sehingga pemerintah perlu memastikan bahwa stok pangan terjamin dan kemudian juga stabilitas harga terkendali,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kenaikan harga dalam batas wajar masih bisa dipahami, namun lonjakan yang terlalu tinggi akan memberatkan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Baca juga: Anggota Komisi IV DPR RI Slamet: Pemerintah Perlu Perkuat Distribusi dan Stabilisasi Harga Pangan Selama Ramadan

“Sehingga tidak perlu jatuh tinggi. Kalau terjadi kenaikan masih terjangkau,” tegasnya.

Selain ketersediaan dan harga, Slamet juga menyoroti pentingnya pengawasan rantai distribusi. Menurutnya, distribusi yang tidak terkendali kerap menjadi faktor utama kelangkaan di tingkat pasar, meskipun stok nasional sebenarnya mencukupi.

“Dan rantai distribusi yang memang perlu dipastikan aman sehingga saat-saat kritis bisa terkendali,” tambahnya.

Komisi IV DPR RI, lanjut Slamet, akan terus mengawal kebijakan pangan agar masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan merayakan hari raya dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun lonjakan harga bahan pokok.