Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Kurniasih Mufidayati Minta Pelaksanaan TKA SD 2026 Disempurnakan agar Lebih Baik dari Jenjang SMA

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (07/03) — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mendorong agar pelaksanaan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar tahun 2026 digunakan sebagai sarana persiapan menyeluruh untuk meminimalkan kejadian yang tidak diinginkan.

Ia menilai langkah simulasi tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan siswa sebelum menghadapi pelaksanaan TKA utama.

Menurut Kurniasih, simulasi yang digelar pada awal Maret ini harus benar-benar dimanfaatkan sebagai momentum evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknis, kesiapan sekolah, maupun kesiapan psikologis peserta didik. Ia mengingatkan bahwa pengalaman pada pelaksanaan TKA jenjang SMA sebelumnya perlu menjadi bahan pembelajaran agar tidak terulang kendala yang sama di tingkat SD.

“Anak-anak SD memiliki karakteristik yang berbeda dengan siswa SMA. Karena itu pendekatan pelaksanaan, sistem, hingga pola pendampingannya harus disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan mereka,” ujar Kurniasih di Jakarta, Sabtu (7/3).

Ia menekankan bahwa kesiapan infrastruktur digital harus benar-benar dipastikan merata, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses internet dan perangkat. Jangan sampai simulasi maupun pelaksanaan utama justru menimbulkan ketimpangan baru antarwilayah.

Baca juga: Kurniasih Minta Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Perguruan Tinggi Swasta

Selain aspek teknis, Kurniasih juga menyoroti pentingnya peran guru dan orang tua dalam mendampingi siswa selama proses simulasi. Menurutnya, TKA di jenjang dasar seharusnya tidak menghadirkan tekanan berlebihan, melainkan menjadi sarana pemetaan kemampuan akademik yang sehat dan proporsional.

Ia mendorong agar hasil simulasi benar-benar dianalisis secara komprehensif sebelum pelaksanaan TKA utama pada April mendatang. Evaluasi tersebut, kata dia, harus mencakup kualitas soal, durasi pengerjaan, kesiapan sistem, hingga dampaknya terhadap psikologis siswa.

“Kita ingin pelaksanaan TKA tingkat SD tahun ini lebih baik dibandingkan jenjang SMA sebelumnya. Perbaikannya harus konkret dan berbasis evaluasi lapangan, bukan sekadar administratif,” tegasnya.

Kurniasih berharap pelaksanaan TKA di tingkat SD dapat berjalan lancar, adil, dan benar-benar mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar tanpa mengabaikan prinsip keberpihakan pada tumbuh kembang anak.