Sidoarjo (09/02) — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167 yang jatuh pada 31 Januari 2026 mengusung tema “Inklusif, Berkelanjutan, dan Tangguh”. Momentum ini dinilai sebagai refleksi sekaligus dorongan untuk memperkuat pembangunan daerah yang berpihak pada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah atas berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam menggali dan mengembangkan potensi daerah di berbagai bidang.
“Sidoarjo memiliki kekuatan besar pada sektor ekonomi kerakyatan. Inovasi pemerintah daerah dalam mengangkat potensi lokal patut diapresiasi dan harus terus diperkuat,” ujar Reni.
Ia menyoroti kawasan Tanggulangin yang pernah dikenal sebagai masa keemasan sentra produsen UMKM dengan produk unggulan yang mendunia. Namun, seiring waktu, kawasan tersebut mengalami penurunan aktivitas, terutama akibat pandemi dan minimnya dukungan berkelanjutan.
Dalam rangkaian Tanggulangin Fair 2026 pada Minggu (8/2/2026), Reni mengunjungi sejumlah stan UMKM, berdialog langsung dengan para pelaku usaha, serta mencoba berbagai produk lokal.
Dari hasil interaksi tersebut, ia menilai kualitas produk UMKM Tanggulangin memiliki daya saing tinggi dan berpotensi menembus pasar internasional.
“Produk UMKM kita bukan hanya bagus, tetapi juga kompetitif. Ini perlu terus didorong dan difasilitasi oleh pemerintah agar UMKM bisa berkembang lebih pesat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain dukungan pemerintah, Reni juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung dan menggunakan produk UMKM lokal. Menurutnya, keberpihakan masyarakat terhadap produk dalam negeri akan berdampak langsung pada penguatan ekonomi keluarga sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan membeli produk UMKM lokal, kita ikut menjaga denyut ekonomi masyarakat. Inilah makna pembangunan yang inklusif, tidak meninggalkan siapa pun,” pungkasnya.