Jakarta (07/02) — Panja Ruang Digital Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar rapat kerja membahas kebijakan serta strategi pengelolaan digital Komdigi. Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Mohamad Sohibul Iman, menekankan pentingnya pendidikan sebagai prioritas.
Hal tersebut disampaikannya sebagai respons atas poin-poin program percepatan atau quick win Peta Jalan Nasional AI yang diinisiasi oleh Kementerian Komdigi, di mana pendidikan termasuk di dalamnya.
“Untuk pendidikan, menurut saya pendidikan ini harus jadi quick win (program percepatan) yang paling diprioritaskan. Kenapa demikian? Karena pendidikan ini amanat konstitusi dan kemudian menjadi wajib belajar bagi seluruh warga negara,” ujarnya.
Ketua Majelis Syura PKS ini kemudian menyoroti kondisi kualitas pendidikan di Indonesia saat ini. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam program percepatan penerapan Peta Jalan AI Nasional.
“Saya kira pendidikan kita hari ini perlu kita upayakan untuk semakin berkualitas. Jadi, menurut saya penerapan AI untuk pendidikan ini jauh lebih prioritas,” katanya.
Lebih spesifik, ia menjelaskan adanya perbedaan kualitas tenaga pendidik atau guru di berbagai daerah yang disebabkan oleh banyak faktor. Oleh karena itu, menurutnya, penerapan AI dapat membantu meningkatkan kualitas tenaga pendidik, khususnya di daerah, melalui pemanfaatan teknologi seperti pembelajaran jarak jauh.
“Misalnya, bagaimana penerapan AI untuk distance learning atau pembelajaran jarak jauh, di mana kualitas guru-guru kita di daerah-daerah tentu berbeda. Ini saya kira menjadi cara penerapan AI untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas,” jelasnya.
Sohibul Iman juga menekankan bahwa quick win di bidang pendidikan sebaiknya tidak hanya terfokus pada Sekolah Rakyat, melainkan menyeluruh ke seluruh sekolah di Indonesia. Menurutnya, Sekolah Rakyat sejak awal memang dirancang sebagai sekolah bermutu tinggi, sementara tantangan utama justru berada pada pendidikan secara umum, terutama di daerah terpencil.
“Jadi, menurut saya jangan hanya fokus kepada Sekolah Rakyat saja, karena Sekolah Rakyat ini sejak awal dirancang untuk bermutu tinggi. Saya kira di situ memang dari awal guru-gurunya disiapkan yang terbaik. Jadi, sebetulnya tanpa penerapan AI sebagai quick win pun, mutu tenaga pendidiknya sudah relatif baik. Justru yang menjadi problem adalah pendidikan kita secara umum, terutama di daerah terpencil,” pungkas pria yang akrab disapa Kang Iman tersebut.